VIVA – Kanada yang berstatus sebagai tuan rumah akan memulai kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Bosnia-Herzegovina di Toronto Stadium, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB. Duel ini menjadi sangat spesial karena untuk pertama kalinya pertandingan Piala Dunia putra digelar di tanah Kanada.
Kanada datang dengan misi besar di depan publik sendiri. Tim berjuluk Les Rouges itu memburu poin pertama sekaligus kemenangan perdana sepanjang sejarah mereka di Piala Dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Status tuan rumah bersama membuat Kanada lolos otomatis ke putaran final bersama Amerika Serikat dan Meksiko. Namun, keuntungan bermain di kandang tetap membawa tekanan besar karena publik menunggu bukti bahwa generasi saat ini bisa menulis sejarah baru.
Kanada sebelumnya sudah dua kali tampil di Piala Dunia, tetapi selalu pulang tanpa poin. Mereka kalah dalam enam pertandingan yang dimainkan di dua edisi berbeda.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch
Photo :
- REUTERS/Stephane Mahe/File Photo
Situasi kali ini terasa berbeda karena skuad asuhan Jesse Marsch datang dengan modal performa stabil. Kanada belum terkalahkan sepanjang 2026 dan membawa catatan delapan laga beruntun tanpa kekalahan.
Kekuatan Kanada tidak hanya terlihat dari lini depan yang dihuni Jonathan David dan Cyle Larin. Mereka juga menunjukkan kemajuan besar di sektor pertahanan dengan enam clean sheet dalam delapan pertandingan terakhir.
Sorotan terbesar tetap mengarah kepada Alphonso Davies. Bintang Bayern Munich itu kondisinya belum sepenuhnya pulih setelah mengalami masalah cedera.
Meski begitu, Kanada dalam beberapa laga terakhir terbukti mampu tampil solid tanpa sang kapten. Pemain seperti Tajon Buchanan, Stephen Eustaquio, Ismael Kone, dan Jonathan David menjadi tulang punggung baru yang membuat permainan Kanada tetap hidup.
Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina datang dengan cerita yang tidak kalah menarik. Mereka lolos ke Piala Dunia 2026 setelah melewati jalan terjal, termasuk menyingkirkan Italia lewat adu penalti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi Bosnia, ini adalah penampilan kedua mereka di Piala Dunia setelah debut pada 2014. Saat itu, mereka gagal melaju ke fase gugur meski sempat meraih kemenangan atas Iran.
Skuad asuhan Sergej Barbarez kini membawa kombinasi pemain senior dan generasi baru. Nama Edin Dzeko masih menjadi magnet utama meski usianya sudah tidak muda lagi.
Halaman Selanjutnya
Dzeko sempat diragukan karena cedera bahu. Namun, kehadirannya tetap penting bagi ruang ganti Bosnia karena ia merupakan salah satu simbol terbesar sepak bola negara tersebut.

4 hours ago
1















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5182268/original/044611800_1744080588-WhatsApp_Image_2025-04-08_at_09.22.25.jpeg)