Kamis, 5 Maret 2026 - 13:00 WIB
Jakarta, VIVA –Presiden Israel, Isaac Herzog mengatakan bahwa negaranya dan Amerika Serikat tidak punya banyak pilihan selain mengambil tindakan untuk menyerang Iran. Dijelaskan Herzog ada kekhawatian bahwa Iran akan memperluas persenjatannya.
Selain itu pihaknya juga meyakini bahwa Iran memiliki rencana rahasia terbaru untuk mengembangkan senjata nuklir. Dia juga menyebut bahwa intelijen Israel menunjukkan Iran ingin menambah jumlah rudal jarak jauh mereka dari 2.000 menjadi 20.000.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ketika Anda tahu bahwa mereka telah menginvestasikan seluruh sumber daya dan uang negaranya untuk menciptakan kekacauan di Timur Tengah, sementara Anda berusaha menjalin perdamaian dengan negara-negara Muslim dan Anda tahu mereka punya rencana rahasia baru untuk buru-buru membuat bom, maka Anda harus mengambil tindakan,” kata Herzog dikutip dari laman CBS News, Kamis 5 Maret 2026.
Hingga kini, baik AS maupun Israel belum memberikan bukti yang mendukung klaim mereka bahwa Iran sedang merencanakan pembuatan senjata nuklir. Utusan khusus Gedung Putih, Steve Witkoff, mengatakan pada Senin bahwa sebelum serangan, negosiator Iran mengklaim dalam pembicaraan bahwa mereka memiliki cukup uranium untuk membuat 11 bom nuklir.
Iran sendiri sejak lama menyatakan program nuklirnya hanya untuk tujuan damai.
Dengan serangan udara gabungan AS-Israel ke Iran yang sudah memasuki hari keenam tanpa tanda‑tanda perang segera mereda, Herzog menegaskan bahwa Israel tidak menyerukan invasi darat ke negara itu.
“Saya perjelas, saya tidak meminta ada tentara yang turun ke darat. Saya tidak meminta orang Amerika atau pihak lain,” kata Herzog.
Ketika ditanya apakah keputusan menyerang akhirnya datang dari Presiden Trump atau pemimpin Israel, Herzog menegaskan, Israel tidak mendikte apa pun kepada Presiden Trump, dan tidak pernah menyeret Amerika ke dalam perang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Keputusan Trump ini dibuat berdasarkan pertimbangan jelas dan proses pengambilan keputusan profesional,” tambahnya, sambil menekankan bahwa Israel tetap menjadi faktor karena mereka adalah sekutu.
Herzog mengatakan tujuan perang bukan untuk mengganti rezim Iran, melainkan untuk membawa perubahan di Timur Tengah. Maksudnya, melemahkan kemampuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir dan mencegahnya menjadi sponsor teror di dunia termasuk dukungan terhadap kelompok militan yang menjadi proxy-nya yakni Hamas di Gaza, Hezbollah di Lebanon, dan Houthi di Yaman.
Halaman Selanjutnya
“Sudah saatnya semua orang memberi tahu Iran, ‘Cukup, ini harus berubah,’ .Kalau ini berujung pada pergantian rezim, lebih baik lagi,” kata dia.

6 days ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
