VIVA – Kegagalan Timnas Korea Selatan melangkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 berbuntut panjang. Bukan hanya memicu kemarahan warga Korsel, akan tetapi hasil buruk tersebut kini ikut menyeret ranah politik setelah Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara terbuka meluapkan kekecewaannya.
Lee bahkan meminta pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata melakukan penyelidikan terhadap penyebab kegagalan Taeguk Warriors. Sasaran utama kritiknya mengarah pada proses penunjukan pelatih Hong Myung-bo yang sejak awal memang menuai kontroversi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan keras itu disampaikan Lee melalui akun media sosial X, Minggu waktu setempat, hanya beberapa jam setelah Korea Selatan dipastikan gagal melanjutkan kiprah di Piala Dunia 2026.
"Saya tidak hanya terkejut dengan hasil yang tak terduga ini, saya benar-benar bingung," tulis Lee.
Presiden menilai kegagalan tim nasional bukan semata-mata persoalan hasil pertandingan, melainkan cerminan buruknya proses pengambilan keputusan dalam organisasi sepak bola.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung
Photo :
- Ahn Young-joon/Pool via REUTERS
"Sekali lagi, telah terbukti bahwa keputusan personel adalah segalanya. Ketika 'kita versus mereka' diprioritaskan di atas kompetensi, dan orang yang tidak kompeten dipilih sebagai pemimpin, hasilnya sudah sangat jelas," lanjutnya.
Pernyataan tersebut langsung menjadi perhatian luas karena merupakan kritik terbuka seorang kepala negara terhadap federasi sepak bola dan jajaran pelatih tim nasional.
Kegagalan yang Sudah Diprediksi Berujung Ledakan Kritik
Korea Selatan sebenarnya datang ke Piala Dunia 2026 dengan ekspektasi tinggi. Banyak pengamat menilai mereka berpeluang besar lolos dari Grup A yang dianggap relatif tidak seberat grup-grup lainnya.
Namun kenyataan berbicara lain. Setelah mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko, Son Heung-min dan kawan-kawan justru kehilangan momentum. Dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan membuat mereka hanya mengoleksi tiga poin dan finis di posisi ketiga grup dengan selisih gol minus satu.
Harapan terakhir Korea Selatan bergantung pada hasil pertandingan grup lain. Mereka membutuhkan Republik Demokratik Kongo gagal menang atas Uzbekistan agar peluang menjadi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik tetap hidup.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Son Heung-min di Timnas Korea Selatan
Photo :
- REUTERS/Eloisa Sanchez
Skenario itu sempat terlihat memungkinkan ketika Uzbekistan unggul lebih dulu melalui Eldor Shomurodov pada menit ke-10. Bahkan gol penyeimbang RD Kongo yang dicetak Nathanael Mbuku sempat dianulir VAR sehingga Uzbekistan tetap memimpin hingga turun minum.
Halaman Selanjutnya
Akan tetapi semuanya berubah pada babak kedua. RD Kongo bangkit lewat penalti Yoane Wissa pada menit ke-68 sebelum Fiston Mayele membalikkan keadaan sepuluh menit berselang. Wissa kemudian mencetak gol keduanya pada masa injury time untuk memastikan kemenangan 3-1.

2 weeks ago
11











