PSSi Heran Suporter Super League Rasis, Lucu Juga Kalau Dipikir

7 hours ago 3

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:14 WIB

VIVA – Anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arya Sinulingga, mengaku prihatin dengan maraknya kembali kasus rasisme di sepak bola Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Terbaru, dua pemain yang berlaga di Super League menjadi korban ujaran rasis di media sosial, yakni Mikael Alfredo Tata dari Persebaya Surabaya dan Kakang Rudianto dari Persib Bandung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keduanya mendapat serangan rasisme secara daring setelah laga panas antara Persebaya dan Persib yang berakhir imbang 2-2 pada 2 Maret 2026.

Sebelumnya, tindakan serupa juga dialami duo pemain Malut United, yakni Yakob Sayuri dan Yance Sayuri, setelah pertandingan melawan Persib pada Desember 2025.

Bahkan, kasus rasisme juga sempat menimpa pemain Ratchaburi FC, Denilson Junior, usai menghadapi Persib pada leg kedua babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 di Bandung pada Februari lalu.

Arya menegaskan bahwa sepak bola sejatinya menjunjung tinggi nilai fair play dan menolak segala bentuk diskriminasi.

“Sepak bola itu identik dengan fair play. Di dunia sepak bola juga ada gerakan kuat anti-rasisme. Jadi saya heran kenapa kita begitu mudah menulis atau berbicara dengan nada rasis,” ujar Arya.

Menurutnya, fenomena tersebut terasa ironis. Pasalnya, masyarakat Indonesia selama ini justru sering menjadi korban rasisme di berbagai negara.

“Lucu juga kalau dipikir-pikir. Kita orang Indonesia malah jadi rasis, padahal biasanya kita yang sering kena rasis di luar,” katanya.

Arya pun mempertanyakan mengapa masyarakat Indonesia justru bisa menjadi pelaku diskriminasi, padahal bangsa Asia kerap menjadi target rasisme di berbagai belahan dunia.

“Di dunia ini orang Asia sering jadi korban rasisme. Tapi sekarang kenapa kita malah jadi pelaku? Itu yang jadi pertanyaan,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tangan kanan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, itu berharap para suporter dan masyarakat bisa lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menuliskan komentar yang mengandung unsur rasis.

“Kami berharap ada kesadaran baru. Jangan ada lagi ungkapan-ungkapan seperti itu karena sangat tidak sehat untuk sepak bola kita. Jangan terlalu mudah menulis tanpa berpikir,” kata Arya.

Skuad Persijap Jepara

PSSI Sentil Suporter Persijap dan Persis: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

Anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arya Sinulingga, mengingatkan suporter sepak bola Tanah Air agar tidak melupakan tragedi kelam dal

img_title

VIVA.co.id

7 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |