PSSI Sentil Suporter Persijap dan Persis: Jangan Lupakan Tragedi Kanjuruhan

7 hours ago 3

Sabtu, 7 Maret 2026 - 22:07 WIB

VIVA – Anggota Komite Eksekutif Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Arya Sinulingga, mengingatkan suporter sepak bola Tanah Air agar tidak melupakan tragedi kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia, yakni Tragedi Kanjuruhan.

Pernyataan itu disampaikan Arya menyusul kericuhan yang melibatkan oknum suporter Persijap Jepara dan Persis Solo di Jepara pada Kamis5 Maret 2026

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Arya, insiden tersebut menunjukkan masih ada suporter yang belum mengambil pelajaran dari tragedi besar yang pernah terjadi di sepak bola Indonesia.

“Ini suporternya seperti lupa dengan Kanjuruhan dan kejadian-kejadian sebelumnya. Sepertinya mereka benar-benar lupa, dan itu yang membuat kami sedih,” kata Arya saat ditemui di Lapangan C Senayan, Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan, federasi sebenarnya sudah melarang suporter tim tamu datang ke stadion. Namun, aturan tersebut masih sering dilanggar oleh sebagian kelompok suporter.

“Sebenarnya kami sudah bilang tidak boleh ada suporter away, tapi tetap saja dilanggar. Padahal sebelumnya ada satu pertandingan yang berjalan baik antar-suporter,” ujarnya.

Karena adanya laga yang berlangsung kondusif, PSSI sempat didesak untuk membuka kembali larangan suporter tandang. Namun, insiden kericuhan di Jepara justru menjadi bukti bahwa situasi belum sepenuhnya aman.

Arya pun kembali mengingatkan komitmen suporter saat datang ke stadion: menonton pertandingan dengan aman tanpa memicu kerusuhan.

“Kita selalu bilang, ketika masuk stadion bajunya putih, keluar juga harus tetap putih. Jangan ada hal lain yang membuat kita celaka,” ucapnya.

Ia juga mempertanyakan alasan munculnya emosi berlebihan di stadion yang justru berpotensi menimbulkan korban.

“Untuk apa harus ada korban lagi? Emosi terus di stadion buat apa? Itu juga jadi pertanyaan kami. Karena itu sampai sekarang larangan suporter away masih diberlakukan,” kata Arya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, PSSI juga menyoroti kondisi kompetisi yang kini memasuki fase akhir musim dan dinilai cukup rawan. Persaingan ketat terjadi baik di papan atas maupun bawah klasemen.

Situasi tersebut tidak hanya terjadi di kasta tertinggi, tetapi juga di kompetisi kasta kedua yang kini dikenal sebagai Liga 2 Indonesia.

Halaman Selanjutnya

“Sekarang kami sedang melakukan diskusi intens. Kenapa? Karena situasi menjelang akhir musim ini cukup rawan,” ujar Arya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |