Rahasia di Balik Bau Prengus Daging Kambing, Ini 6 Penyebabnya

3 hours ago 1

Jumat, 29 Mei 2026 - 21:05 WIB

Jakarta, VIVA Daging kambing dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang memiliki cita rasa khas dan banyak diolah menjadi berbagai menu favorit. Mulai dari sate, gulai, tongseng, hingga sop kambing, semuanya kerap menjadi hidangan andalan di berbagai acara keluarga maupun perayaan tertentu. 

Namun di balik kelezatannya, banyak orang masih mengeluhkan aroma prengus yang cukup kuat pada daging kambing. Scroll untuk info lebih lanjut... 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak sedikit orang yang akhirnya memilih menghindari olahan kambing karena menganggap aromanya terlalu menyengat. Padahal, bau khas tersebut sebenarnya bukan pertanda daging rusak atau tidak layak konsumsi. 

Aroma prengus pada daging kambing ternyata dipengaruhi oleh sejumlah faktor alami, mulai dari hormon hewan, kandungan lemak, usia kambing, hingga cara penanganan setelah penyembelihan. Jika diolah dengan benar, bau tersebut sebenarnya dapat dikurangi secara signifikan.

Lalu, apa saja penyebab daging kambing memiliki aroma khas yang kuat? Berikut penjelasannya, sebagaimana dirangkum pada Jumat, 29 Mei 2026.

1. Kandungan Lemak Khusus pada Daging Kambing

Salah satu penyebab utama bau prengus pada daging kambing berasal dari kandungan lemaknya. Daging kambing memiliki senyawa asam lemak tertentu yang menghasilkan aroma khas atau sering disebut “gamey smell”. 

Senyawa tersebut umumnya lebih banyak ditemukan pada bagian lemak kambing. Karena itu, aroma prengus biasanya akan semakin kuat jika daging masih menyimpan banyak lemak putih yang menempel. Inilah alasan mengapa banyak orang memilih membuang sebagian lemak sebelum memasak daging kambing agar aromanya tidak terlalu menyengat.

2. Pengaruh Hormon pada Kambing Jantan

Kambing jantan diketahui memiliki aroma lebih kuat dibanding kambing betina. Hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon dan feromon alami pada tubuh hewan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kambing jantan yang sudah dewasa umumnya menghasilkan bau lebih tajam, terutama jika belum dikebiri. Aroma ini dapat menempel pada kulit maupun lapisan lemak sehingga memengaruhi bau daging setelah disembelih. Karena itu, daging kambing muda biasanya memiliki aroma yang lebih ringan dan lebih mudah diolah menjadi berbagai masakan.

3. Faktor Usia Kambing

Halaman Selanjutnya

Usia kambing juga sangat memengaruhi aroma dan tekstur daging. Semakin tua usia kambing, aroma prengusnya biasanya semakin kuat. Selain itu, kambing tua cenderung memiliki tekstur daging yang lebih alot dibanding kambing muda. Sebaliknya, kambing muda memiliki rasa yang lebih lembut dan aroma yang tidak terlalu tajam sehingga lebih disukai sebagian orang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |