Riset Ungkap Mengemudi Mobil Manual Bisa Melatih Kerja Otak

5 hours ago 1

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:00 WIB

Tokyo, VIVA – Di tengah tren mobil matik yang semakin mendominasi pasar otomotif, mobil bertransmisi manual perlahan mulai ditinggalkan. Padahal, di balik pengoperasiannya yang lebih rumit, sebuah penelitian mengungkap bahwa mengemudi mobil manual ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan otak.

Selama ini mobil manual identik dengan sensasi berkendara yang lebih menyenangkan karena pengemudi harus mengatur perpindahan gigi secara mandiri. Namun, manfaatnya ternyata bukan hanya soal pengalaman di balik kemudi, melainkan juga berkaitan dengan kemampuan kognitif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disadur VIVA Otomotif dari Carscoops, Minggu 28 Juni 2026, temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan Profesor Ryuta Kawashima dari Institute of Development, Aging, and Cancer, Tohoku University, Jepang. Ilmuwan yang dikenal sebagai sosok di balik gim Brain Age milik Nintendo itu meneliti bagaimana aktivitas mengemudi memengaruhi kerja otak.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat mengemudi mobil manual, bagian otak yang disebut korteks prefrontal bekerja lebih aktif. Area ini berperan penting dalam mengatur daya ingat, konsentrasi, hingga kemampuan mengambil keputusan.

Hal tersebut terjadi karena pengemudi harus melakukan banyak aktivitas secara bersamaan. Mulai dari memperhatikan kondisi lalu lintas, menginjak kopling, memindahkan tuas transmisi, mengatur putaran mesin, hingga mengendalikan pedal gas secara tepat.

Rangkaian aktivitas tersebut membuat otak terus menerima dan memproses berbagai informasi dalam waktu yang bersamaan. Kondisi itu dinilai mampu menjaga fungsi kognitif tetap aktif, terutama jika dilakukan secara rutin.

Bagi negara seperti Jepang yang memiliki populasi lanjut usia cukup besar, aktivitas mengemudi mobil manual bahkan dinilai dapat menjadi latihan ringan bagi otak. Stimulasi yang terjadi diyakini membantu mempertahankan fungsi saraf dibandingkan hanya mengendarai mobil matik yang seluruh perpindahan giginya dilakukan secara otomatis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, popularitas mobil manual terus mengalami penurunan. Di Jepang, mobil dengan transmisi manual kini hanya menyumbang sekitar 1 hingga 2 persen dari total penjualan mobil baru setiap tahunnya.

Sebagian besar pabrikan telah beralih menawarkan transmisi otomatis, terutama pada mobil bermesin hybrid yang menggunakan sistem CVT. Model-model populer seperti Toyota Corolla dan Honda Civic versi reguler bahkan sudah tidak lagi tersedia dengan transmisi manual.

Halaman Selanjutnya

Saat ini, pilihan mobil manual lebih banyak ditemukan pada kendaraan niaga ringan atau kei car, seperti Suzuki Carry, Suzuki Every, Honda N-Van, serta Daihatsu Hijet. Mobil-mobil tersebut masih mempertahankan transmisi manual karena dinilai lebih sederhana, tangguh, dan memiliki biaya produksi yang lebih rendah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |