VIVA – Kabar meninggalnya penyanyi dan penulis lagu Indonesia, Vidi Aldiano, pada 7 Maret 2026 mengejutkan sekaligus meninggalkan duka mendalam bagi publik. Musisi yang dikenal lewat sejumlah lagu pop populer tersebut tutup usia di umur 35 tahun setelah menjalani perjuangan panjang melawan penyakit yang dideritanya selama beberapa tahun terakhir.
Selama kariernya di industri hiburan, Vidi dikenal sebagai sosok yang terbuka mengenai kondisi kesehatannya. Ia kerap membagikan perjalanan pengobatan dan tantangan yang dihadapinya kepada publik, termasuk melalui karya musik yang merefleksikan pengalaman hidupnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Riwayat penyakit yang dialami Vidi Aldiano tidak hanya berkaitan dengan kanker ginjal yang kemudian menjadi penyebab meninggalnya. Scroll untuk baca lebih lanjut...
Sebelum dan selama masa pengobatan, ia juga sempat menghadapi berbagai kondisi kesehatan lain, baik fisik maupun mental, yang turut memengaruhi kehidupannya sebagai seorang musisi dan figur publik.
Diagnosis Kanker Ginjal pada 2019
Perjalanan kesehatan Vidi Aldiano berubah secara signifikan pada akhir 2019 ketika ia didiagnosis mengidap kanker ginjal stadium tiga. Diagnosis tersebut menjadi titik penting dalam hidupnya sekaligus awal dari perjuangan panjang melawan penyakit serius tersebut.
Setelah mengetahui kondisi kesehatannya, Vidi menjalani operasi pengangkatan ginjal sebelah kiri pada 13 Desember 2019. Prosedur medis tersebut dilakukan di Rumah Sakit Mount Elizabeth, Singapura.
Setelah operasi, dokter melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui jenis kanker yang diderita Vidi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tipe kanker tersebut termasuk jenis yang ganas sehingga ia harus terus menjalani pemantauan dan perawatan lanjutan.
Kanker Ditemukan Kembali pada 2021
Meski telah menjalani operasi, perjuangan Vidi Aldiano melawan kanker belum berakhir. Pada 2021, sel kanker ditemukan kembali di bantalan ginjalnya dengan tipe yang sama seperti sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejak saat itu, Vidi harus menjalani pengobatan intensif berupa kemoterapi secara berkala. Proses kemoterapi dilakukan setiap tiga minggu sekali sebagai bagian dari upaya mengendalikan perkembangan sel kanker dalam tubuhnya.
Selama menjalani pengobatan tersebut, Vidi tetap berusaha menjalani aktivitasnya di dunia hiburan. Ia bahkan masih aktif berkarya dan merilis album studio keempatnya, Senandika, pada 2022.
Halaman Selanjutnya
Album tersebut banyak merefleksikan perjalanan hidupnya selama menghadapi berbagai tantangan kesehatan. Salah satu lagu dalam album tersebut, "Bertahan Lewati Senja", yang menggambarkan perjuangannya melawan penyakit yang dideritanya.

9 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334428/original/084075100_1756715756-asian-researcher-in-laboratory-from-back.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)


