Rupiah Melemah ke Rp 17.863 Jelang Pengumuman BI Rate dan Kesepakatan Damai Iran-AS

3 days ago 1

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:14 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.753 pada Senin, 15 Juni 2026. Posisi rupiah itu melemah 34 poin dari kurs sebelumnya di level 17.719 pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 18 Juni 2026 hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.863 per dolar AS. Posisi itu melemah 101 poin atau 0,57 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.762 per dolar AS.

Ilustrasi mata uang Rupiah.

Photo :

  • Pixabay/IqbalStock

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang berlangsung pada 17-18 Juni 2026. RDG kali ini menjadi penting, karena pada pekan lalu BI secara mengejutkan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen melalui RDG Mingguan.

"Langkah serupa juga terjadi pada RDG Bulanan sebelumnya, ketika BI menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Kamis, 18 Juni 2026.

Dengan demikian, dalam beberapa waktu terakhir BI telah mengambil langkah agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kebijakan tersebut menjadi perhatian pasar, terutama karena rupiah sebelumnya sempat mengalami tekanan cukup besar terhadap dolar AS.

Selain itu, Indonesia tidak lagi bergantung pada impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah, yang pengirimannya melalui Selat Hormuz. Pemerintah Indonesia telah mengamankan pasokan energi nasional melalui kontrak jangka panjang dengan sejumlah negara pemasok lain. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah diversifikasi sumber pasokan minyak dilakukan untuk menjaga ketahanan energi nasional, sekaligus mengurangi risiko gangguan pasokan akibat dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dengan strategi tersebut, Indonesia memiliki alternatif sumber impor minyak untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 

Meski demikian, pemerintah tetap mengedepankan pertimbangan harga dalam menentukan sumber pasokan minyak mentah. Pemerintah akan memilih sumber minyak yang menawarkan harga paling kompetitif, guna menjaga efisiensi dan mengurangi beban fiskal negara.

Halaman Selanjutnya

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.760-Rp 17.800," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |