VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.141 pada Rabu, 15 April 2026. Posisi rupiah itu melemah 6 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.135 pada perdagangan Selasa, 14 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara perdagangan di pasar spot pada Kamis, 16 April 2026 hingga pukul 09.02 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.134 per dolar AS. Posisi itu menguat 9 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.143 per dolar AS.
Ilustrasi mata uang Rupiah.
Photo :
- Pixabay/IqbalStock
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, Dana Moneter International (IMF) memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 mencapai 5 persen. Angka ini lebih rendah ketimbang laporan IMF Januari lalu, yang memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencatatkan kenaikan 5,1 persen di 2026 dan 2027.
Tak cuma Indonesia, IMF juga memproyeksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat menjadi 3,1 persen pada tahun 2026. Hal ini dikarenakan pecahnya perang di Timur Tengah tahun ini, usai perekonomian sempat bertahan dengan ujian hambatan perdagangan tahun lalu.
IMF bukan satu-satunya lembaga yang menurunkan rating Indonesia. Sebelumnya, World Bank alias Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen pada 2026. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi Bank Dunia pada Oktober 2025 karena pertumbuhan ekonomi Indonesia diramal bisa tumbuh 4,8 persen.
Sementara Asian Development Bank (ADB) memperkirakan, ekonomi Indonesia tumbuh stabil 5,2 persen pada 2026 dan 2027. Kuatnya permintaan domestik dan belanja infrastruktur, menjadi penopang utama stabilitas ekonomi di kawasan Asia Tenggara terutama Indonesia.
Perlambatan ini dipengaruhi oleh tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global akibat perseturuan antara Iran dengan AS-Israel yang berdampak terhadap blokade Selat Hormuz serta meningkatnya sentimen kehati-hatian investor di pasar keuangan internasional (risk-off sentiment).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.140-Rp 17.180," ujarnya.
Sebagai informasi, Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial bahwa blokade pelabuhan Iran telah "sepenuhnya diterapkan," dan bahwa pasukan AS telah "sepenuhnya menghentikan perdagangan ekonomi yang masuk dan keluar Iran melalui laut."
Halaman Selanjutnya
Langkah ini terjadi hanya dua hari setelah AS memulai blokade lautnya terhadap Iran, yang bertujuan untuk lebih menekan Teheran agar menerima kesepakatan gencatan senjata. Ini terjadi setelah pembicaraan gencatan senjata AS-Iran di Pakistan berakhir tanpa kesepakatan.

1 week ago
13



























