Salah Pilih Cat Rumah Bisa Turunkan IQ Anak! Begini Penjelasan Ahli

5 hours ago 2

Rabu, 8 April 2026 - 17:33 WIB

Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat kini semakin meningkat. Namun, banyak yang belum menyadari bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh pola makan dan aktivitas fisik, melainkan juga oleh lingkungan tempat tinggal. Rumah sebagai ruang utama beraktivitas sehari-hari memiliki peran penting dalam menjaga kualitas hidup, termasuk dari sisi material yang digunakan.

Lingkungan hunian yang sehat tidak hanya ditentukan oleh sirkulasi udara dan pencahayaan, tetapi juga oleh keamanan bahan bangunan. Pemilihan material seperti lantai, pipa, hingga cat dinding harus bebas dari zat berbahaya. Hal ini menjadi semakin krusial bagi keluarga dengan anak-anak, yang lebih rentan terhadap paparan zat toksik. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu ancaman yang kerap luput dari perhatian adalah kandungan timbal pada cat dinding. Cat yang mengandung logam berat ini dapat mengalami pelapukan seiring waktu, menghasilkan debu halus yang berbahaya.

Debu tersebut berisiko terhirup atau tertelan, terutama oleh anak-anak yang masih memiliki kebiasaan memasukkan tangan ke dalam mulut.

Data terbaru dari surveilans nasional menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Sebanyak 1 dari 7 anak di Indonesia diketahui memiliki kadar timbal dalam darah melebihi ambang batas aman. Temuan ini berasal dari pemantauan di enam provinsi, termasuk Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali. Salah satu sumber paparan yang signifikan berasal dari cat rumah yang mengelupas.

Timbal sendiri dapat masuk ke dalam tubuh melalui dua jalur utama, yaitu tertelan atau terhirup. Setelah masuk ke dalam aliran darah, zat ini dapat menyebar ke berbagai organ penting seperti tulang, ginjal, dan sistem saraf. Dampaknya tidak bisa dianggap sepele, bahkan dalam paparan kadar rendah sekalipun.

“Pada anak, paparan timbal berdampak pada perkembangan otak, sehingga dapat menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, prestasi belajar yang lebih rendah, berkurangnya rentang perhatian, serta gangguan perilaku,” terang Dokter Spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, Sp.A, dalam Diskusi Media Forum Ngobras, di Jakarta, Rabu 8 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dampak paparan timbal tidak hanya dirasakan oleh anak-anak. Pada orang dewasa, zat ini dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit ginjal serta gangguan kardiovaskular seperti hipertensi dan penyakit jantung koroner. Sementara itu, ibu hamil juga termasuk kelompok yang sangat rentan.

Halaman Selanjutnya

“Hal ini bisa meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, hingga berat badan lahir rendah,” terang dr. Reza.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |