Menteri PPPA Minta Maaf Gaduh Soal Usulan Gerbong Wanita di Tengah

4 hours ago 2

Rabu, 29 April 2026 - 22:08 WIB

VIVA –Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA), Arifah Fauzi menyampaikan permintaan maafnya terkait dengan insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Seperti diketahui, Arifah mendapat kritik keras publik setelah pernyataannya terkait usulan gerbong wanita KRL ditempatkan di tengah rangkaian.

Dalam video permintaan maafnya, Arifah menyadari bahwa pernyataannya tersebut kurang tepat dan menyinggung perasaan keluarga korban dan masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Terkait pernyataan saya pasca insiden kecelakaan kereta di Bekasi Timur, saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat khususnya kepada korban dan keluarga korban yang merasa tersakiti atau tidak nyaman atas pernyataan tersebut,” kata dia dikutip dari Instagram resmi Kemenpppa, Rabu 29 April 2026.

Arifah menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengabaikan keselamatan penumpang lain. Ia juga menyadari bahwa dalam situasi seperti ini, perhatian utama seharusnya tertuju pada keselamatan, penanganan, serta empati bagi para korban.

“Tidak ada maksud dari saya untuk mengabaikan keselamatan penumpang lainnya. Saya memahami bahwa dalam situasi duka seperti ini yang menjadi fokus utama keselamatan penanganan korban serta empati kepada seluruh keluarga yang terdampak. Kita semua sepakat bahwa keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu baik perempuan maupun laki-laki,” sambung dia.

Arifah juga menegaskan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi para korban seperti arahan presiden Prabowo Subianto.

“Saat ini prioritas utama pemerintah adalah memastikan penanganan terbaik bagi seluruh korban baik yang meninggal dunia maupun yang mengalami luka-luka. Sesuai arahan bapak presiden seluruh proses penanganan dilakukan secara cepat, adil dan menyeluruh,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, pihak Kementerian PPPA menegaskan komitmennya untuk hadir mendampingi para korban, khususnya anak-anak dan keluarga yang terdampak tragedi tersebut. Mereka juga memastikan hak-hak korban tetap menjadi perhatian utama di tengah situasi duka.

“Kemeneterian PPPA hadir untuk memastikan hak korban dan anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya dalam tragedi ini tidak terabaikan. Kami sangat berduka atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa ini. Kementerian PPPA berkomitmen memberikan pendampingan psikologis, perlindungan serta dukungan yang diperlukan khususnya bagi anak-anak dan keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa ini,” kata dia.

Halaman Selanjutnya

{{ https://www.instagram.com/reels/DXt2jXREhRj/ }}

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |