Jakarta, VIVA – Ikan sapu-sapu sering dikenal sebagai ikan pembersih kolam atau sungai karena kebiasaannya hidup di dasar perairan dan memakan lumut serta sisa-sisa organik. Di Indonesia, ikan ini kerap dianggap sebagai hama karena populasinya cepat berkembang dan dapat mengganggu ekosistem ikan lokal.
Namun, belakangan muncul pertanyaan di masyarakat mengenai apakah ikan sapu-sapu aman untuk dikonsumsi? Bahkan, di beberapa daerah, ikan ini ada yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif karena jumlahnya melimpah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak sedikit pula yang penasaran dengan rasa dagingnya dan manfaat gizinya. Meski secara teknis ikan sapu-sapu bisa dimakan, Anda tetap perlu memahami berbagai risiko yang menyertainya. Scroll untuk info selengkapnya...
Hal ini karena habitat ikan sapu-sapu yang berada di dasar sungai, sehingga membuatnya rentan terpapar limbah, logam berat, serta bakteri berbahaya. Karena itu, penting untuk mengetahui efek makan ikan sapu-sapu sebelum menjadikannya sebagai menu konsumsi.
Merangkum dari berbagai sumber, Rabu, 29 April 2026, berikut beberapa efek makan ikan sapu-sapu yang perlu Anda waspadai:
1. Risiko Paparan Logam Berat
Ikan sapu-sapu termasuk jenis ikan dasar atau bottom feeder, yaitu ikan yang hidup dan mencari makan di dasar sungai, danau, atau kolam. Area ini sering menjadi tempat menumpuknya lumpur, limbah rumah tangga, bahan kimia, hingga polutan industri.
Akibatnya, ikan sapu-sapu berisiko menyerap berbagai zat berbahaya seperti merkuri, timbal, kadmium, serta senyawa kimia lain yang berbahaya bagi tubuh manusia. Jika dikonsumsi terus-menerus, paparan logam berat dapat memicu gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hati, hingga masalah kesehatan jangka panjang lainnya.
Risiko ini akan semakin tinggi jika ikan berasal dari sungai yang tercemar atau perairan perkotaan yang kualitas airnya buruk.
2. Berpotensi Membawa Parasit dan Bakteri
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena hidup di lingkungan air tawar liar, terutama di sungai atau saluran air yang kurang bersih, ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa parasit dan bakteri.
Jika proses pengolahan tidak higienis atau ikan dimasak setengah matang, risiko infeksi saluran pencernaan dapat meningkat. Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan seperti sakit perut, diare, mual, muntah, hingga keracunan makanan.
Halaman Selanjutnya
Untuk mengurangi risiko tersebut, ikan harus dibersihkan secara menyeluruh dan dimasak hingga benar-benar matang sebelum dikonsumsi.

4 hours ago
2



























