Bootcamp Bela Negara, Upaya Memperkuat Karakter dan Ketahanan Masyarakat Sipil

4 hours ago 1

Rabu, 29 April 2026 - 22:30 WIB

VIVA –Kegiatan Bela Negara baru-baru ini digelar di Kawasan Hambalang, Bogor Jawa Barat. Kegiatan bela negara ini diikuti lebih dari 500 pelaku usaha dan professional.

Dalam program ini peserta menjalani pelatihan dengan pola semi-militer. Mereka tinggal di barak, mengonsumsi (ransum) militer, dan menjalani aktivitas harian dengan disiplin ketat. Materi yang diberikan mencakup pembinaan fisik, military games, serta sesi kebangsaan bertema Cinta Negeri dan Cinta TNI-POLRI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, program ini tidak hanya berfokus pada aspek fisik. Pendekatan mental dan spiritual juga menjadi bagian penting melalui shalat berjamaah dan dzikir bersama, guna membangun ketahanan individu secara menyeluruh.

Banyak di antara peserta merupakan generasi kedua pelaku usaha yang saat ini menghadapi berbagai tantangan baru. Mulai dari disrupsi digital, tekanan ekonomi global, hingga perubahan perilaku pasar. Dalam konteks tersebut, penguatan karakter, disiplin, dan kepemimpinan dinilai menjadi bekal penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P. menyatakan bahwa keterlibatan masyarakat sipil dalam program bela negara menjadi semakin relevan di tengah dinamika tantangan global.

“Ancaman yang kita hadapi saat ini tidak selalu bersifat fisik. Karena itu, bela negara perlu dimaknai lebih luas, termasuk melalui penguatan karakter dan kesiapan individu,” ujarnya.

Dalam salah satu sesi, peserta juga mendapatkan pemaparan pengalaman langsung dari misi perdamaian di Libanon, yang memberikan gambaran nyata mengenai situasi di lapangan serta pentingnya kesiapan mental dalam menghadapi kondisi krisis.

Selain itu, peserta diajak untuk merefleksikan nilai pengorbanan melalui kisah gugurnya prajurit Indonesia dalam misi tersebut, yang menjadi pengingat tentang tanggung jawab sebagai bagian dari bangsa.

Batasan dan Prinsip Bela Negara bagi Masyarakat Sipil

PMPP TNI menegaskan bahwa program bela negara untuk masyarakat sipil harus tetap berada dalam koridor yang tepat dan tidak mengarah pada militerisasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pendekatannya bukan militerisasi, tetapi membangun kesadaran, disiplin, dan tanggung jawab sebagai warga negara,” jelas Mayjen Iwan.

Ia menambahkan bahwa program bela negara yang ideal harus bersifat inklusif, edukatif, serta relevan dengan kebutuhan zaman, dengan fokus pada kesiapsiagaan menghadapi ancaman non-militer.

Halaman Selanjutnya

Ke depan, PMPP TNI menilai bahwa pendekatan bela negara berbasis masyarakat sipil akan semakin dibutuhkan, terutama dalam menghadapi tantangan seperti disinformasi, radikalisme, dan krisis sosial.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |