Jakarta, VIVA – Perjalanan mudik sering kali menjadi momen yang dinanti banyak orang. Demi cepat sampai di kampung halaman, tidak sedikit pengemudi yang memilih terus melaju tanpa berhenti dalam waktu lama. Padahal, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena kondisi tubuh yang lelah dan kurang fokus saat berkendara.
Ilustrasi mudik
Photo :
- Astra Daihatsu Motor
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kelelahan saat menyetir jarak jauh merupakan salah satu faktor yang sering diabaikan oleh para pemudik. Mengemudi dalam waktu berjam-jam tanpa istirahat dapat menurunkan konsentrasi, memperlambat respons terhadap situasi di jalan, hingga menyebabkan microsleep atau tidur singkat yang terjadi tanpa disadari selama beberapa detik.
Microsleep menjadi kondisi yang sangat berbahaya, terutama ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Dalam beberapa detik saja, kendaraan bisa melaju puluhan meter tanpa kendali penuh dari pengemudi. Hal ini berpotensi memicu kecelakaan, baik tabrakan dengan kendaraan lain maupun keluar dari jalur jalan.
Karena itu, waktu istirahat menjadi hal penting yang tidak boleh diabaikan saat melakukan perjalanan jauh. Banyak pakar keselamatan berkendara menyarankan pengemudi untuk beristirahat setidaknya setiap dua hingga tiga jam sekali. Waktu istirahat ini dapat dimanfaatkan untuk meregangkan tubuh, berjalan sebentar, atau sekadar memejamkan mata agar kondisi tubuh kembali segar.
Selain membantu memulihkan konsentrasi, istirahat juga bermanfaat untuk menjaga kondisi fisik tetap prima selama perjalanan. Duduk terlalu lama di belakang kemudi dapat menyebabkan pegal pada leher, punggung, dan kaki. Dengan berhenti sejenak, aliran darah dapat kembali lancar sehingga tubuh tidak cepat lelah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengemudi juga disarankan untuk memanfaatkan rest area, SPBU, atau tempat istirahat resmi di sepanjang jalur perjalanan. Fasilitas tersebut biasanya menyediakan area parkir, toilet, tempat makan, hingga ruang istirahat yang bisa digunakan pengemudi dan penumpang untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain mengatur waktu istirahat, beberapa langkah lain juga dapat membantu menjaga stamina saat menyetir jarak jauh. Misalnya memastikan tidur cukup sebelum berangkat, mengonsumsi makanan ringan yang sehat, menjaga tubuh tetap terhidrasi, serta menghindari mengemudi saat kondisi tubuh sudah sangat lelah.

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



