Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi digital membuat hampir semua aktivitas sehari-hari tidak lepas dari layar, mulai dari bekerja, belajar, hingga hiburan. Kondisi ini membuat banyak orang mulai menyadari adanya gangguan pada penglihatan mereka, seperti mata terasa cepat lelah, pandangan buram, hingga sering menyipitkan mata untuk melihat lebih jelas.
Namun, tidak sedikit orang yang masih bingung membedakan jenis gangguan penglihatan yang dialami. Dua kondisi yang paling sering tertukar adalah mata minus dan mata silinder.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keduanya memang sama-sama menyebabkan gangguan penglihatan, tetapi memiliki penyebab dan karakteristik yang berbeda secara medis.
Perbedaan Mata Minus dan Silinder
Agar tidak salah memahami kondisi mata, penting untuk mengenali perbedaan antara mata minus dan mata silinder. Berikut penjelasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari Cleveland Clinic, Jumat, 19 Juni 2026.
1. Penyebab utama gangguan
Mata minus atau miopia terjadi ketika bentuk bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina, bukan tepat di atasnya. Kondisi ini membuat penglihatan jarak jauh menjadi kabur.
Sementara itu, mata silinder atau astigmatisme terjadi karena bentuk kornea atau lensa mata tidak simetris atau tidak bulat sempurna. Ketidakteraturan bentuk ini menyebabkan cahaya tidak fokus pada satu titik, sehingga gambar yang diterima retina menjadi tidak jelas atau menyebar.
2. Perbedaan gejala yang dirasakan
Pada mata minus, gejala utama yang dirasakan adalah penglihatan buram saat melihat objek jauh. Misalnya, Anda kesulitan melihat tulisan di papan tulis atau rambu jalan, tetapi masih bisa melihat jelas untuk jarak dekat.
Berbeda dengan itu, mata silinder biasanya menyebabkan penglihatan kabur pada semua jarak. Objek bisa terlihat berbayang, ganda, atau tidak tajam. Garis lurus juga dapat tampak sedikit melengkung atau tidak sejajar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Dampak terhadap aktivitas sehari hari
Mata minus umumnya mengganggu aktivitas yang membutuhkan penglihatan jarak jauh, seperti menyetir, menonton, atau melihat papan informasi. Sementara itu, mata silinder bisa mengganggu hampir semua aktivitas visual, termasuk membaca, bekerja di depan komputer, hingga melihat wajah orang dari jarak dekat.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, penderita silinder lebih sering mengalami mata cepat lelah, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman di area mata karena otot mata terus berusaha menyesuaikan fokus yang tidak stabil.

2 days ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)