Jakarta, VIVA – Persaingan industri game saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas grafis atau alur permainan. Di balik pengalaman bermain yang lancar, performa server kini menjadi salah satu faktor paling penting yang menentukan kepuasan pemain, terutama untuk game online yang dimainkan jutaan orang secara bersamaan.
Seiring pesatnya pertumbuhan industri game global, pengembang dituntut menyediakan infrastruktur yang mampu menjaga koneksi tetap stabil, meminimalkan lag, serta mengakomodasi lonjakan pemain saat sebuah game baru diluncurkan. Hal inilah yang membuat investasi pada teknologi server terus meningkat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Shockbyte, penyedia layanan server game yang awalnya dikenal sebagai penyedia server Minecraft, menjadi salah satu perusahaan yang merasakan perubahan tersebut. Kini, perusahaan tersebut tidak hanya melayani Minecraft, tetapi juga mendukung sekitar 65 game dan menyediakan layanan infrastruktur cloud untuk studio pengembang game.
CEO dan Founder Shockbyte, Mitch Smith, mengatakan tantangan terbesar industri saat ini adalah mengelola lonjakan jumlah pemain yang terjadi pada awal peluncuran game. Menurutnya, jumlah pengguna dapat meningkat drastis dalam beberapa minggu pertama sebelum akhirnya kembali stabil.
"Peluncuran game biasanya mengalami lonjakan pemain yang sangat besar selama beberapa minggu pertama, lalu turun hingga hanya sekitar 10 persen dari basis pemain awal," ujarnya, dikutip Minggu 28 Juni 2026.
Agar layanan tetap optimal, perusahaan membutuhkan server dengan performa tinggi yang mudah diskalakan. Infrastruktur tersebut harus mampu menangani beban komputasi besar tanpa mengorbankan pengalaman bermain para pengguna yang masih aktif.
Director of IT Shockbyte, Liam Charles, menjelaskan bahwa performa prosesor menjadi salah satu aspek yang paling berpengaruh terhadap kualitas layanan server game. Terutama untuk game yang masih mengandalkan performa single-thread, seperti Minecraft.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pengembangan infrastrukturnya, Shockbyte memilih menggunakan jajaran prosesor AMD Ryzen dan AMD EPYC untuk mendukung kebutuhan server. Menurut perusahaan, platform tersebut memberikan kombinasi performa, kapasitas memori, dan efisiensi daya yang dibutuhkan untuk menangani beban kerja game online yang terus meningkat.
Ia mengungkapkan, setelah melakukan pengujian internal, perusahaan mencatat peningkatan performa single-threadlebih dari 40 persen dibandingkan sistem yang digunakan sebelumnya. Peningkatan tersebut dinilai berkontribusi pada pengalaman bermain yang lebih stabil.
Halaman Selanjutnya
"Fokus utama kami adalah menghadirkan pengalaman menjalankan server game yang mulus dan tanpa hambatan. Bahkan micro-stutter yang sangat kecil dapat memicu keluhan pelanggan," kata Charles.

2 weeks ago
5











