VIVA – Istilah shalat Tarawih yang identik dengan ibadah malam Ramadhan ternyata belum dikenal pada masa Nabi Muhammad SAW. Penelusuran sejarah menunjukkan, pada periode awal Islam, ibadah tersebut lebih dikenal dengan sebutan Qiyam Ramadhan.
Penjelasan mengenai sejarah istilah tersebut salah satunya dijelaskan KH Ahmad Zarkasih dalam buku Sejarah Tarawih. Dalam buku itu disebutkan, istilah Tarawih merupakan bentuk jamak dari kata tarwiih, yang bermakna istirahat atau rehat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada masa Rasulullah, ibadah malam Ramadhan tidak disebut Tarawih, melainkan Qiyam Ramadhan, yang berarti menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah. Penyebutan tersebut juga masih digunakan pada masa kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq.
Jemaah Salat Tarawih di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo
Photo :
- VIVA.co.id/Fajar Sodiq (Solo)
Perubahan istilah mulai muncul pada periode kekhalifahan Umar bin Khattab. Dalam sejumlah riwayat, Umar mengatur pelaksanaan sholat malam Ramadhan secara berjamaah dan menunjuk Ubai bin Ka'ab sebagai imam.
Riwayat yang dinukil dari kitab Qiyam Ramadhan karya Imam al-Marwadzi menjelaskan, pelaksanaan shalat dilakukan dengan jeda istirahat di setiap dua rakaat. Jamaah diberi waktu rehat untuk berwudhu atau menunaikan kebutuhan lainnya sebelum melanjutkan rakaat berikutnya.
Praktik jeda istirahat berulang inilah yang kemudian melahirkan istilah Tarawih. Jika shalat dikerjakan 18 rakaat, terdapat sembilan kali tarwiih (istirahat). Sementara jika 20 rakaat, jumlah istirahat bisa mencapai sepuluh kali, belum termasuk witir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Seiring waktu, istilah Tarawih semakin luas digunakan oleh para ulama untuk menyebut sholat sunah malam Ramadhan. Penamaan tersebut merujuk langsung pada karakteristik pelaksanaannya yang diselingi banyak waktu istirahat.
Kini, istilah Tarawih telah menjadi sebutan baku di dunia Islam, termasuk di Indonesia, untuk merujuk ibadah sholat malam yang dilaksanakan sepanjang bulan suci Ramadhan.
Intip 3 Tips Perawatan Sederhana Cegah Bau Mulut Selama Bulan Ramadhan ala Vincent dan Desta
Sebanyak 25 persen warga RI mengeluhkan bau mulut saat puasa. Simak tips perawatan sederhana ala Vincent dan Desta agar tetap percaya diri selama Ramadhan.
VIVA.co.id
18 Februari 2026

3 weeks ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
