Siapa Ali Larijani? Pemimpin Dewan Keamanan Iran yang Dikenal sebagai Filsuf dan Ahli Strategi

6 hours ago 2

loading...

Ali Larijanji dikenal sebagai filusif dan ahli strategi. Foto/X/@alilarijani_ir

TEHERAN - Ali Larijani, seorang negarawan, filsuf, dan ahli strategi politik berpengalaman dari Republik Islam Iran , gugur sebagai martir pada Senin malam dalam aksi agresi Amerika-Israel.

Kabar tersebut diumumkan pada Selasa malam oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC), yang dipimpinnya sejak Agustus tahun lalu.

Putranya yang masih muda, Mortaza Larijani, wakil SNSC untuk keamanan, Alireza Bayat, dan sejumlah pengawal mereka juga gugur dalam serangan yang sama, yang terjadi 18 hari setelah AS dan rezim Israel melancarkan agresi tanpa provokasi terhadap Republik Islam.

Siapa Ali Larijani? Pemimpin Dewan Keamanan Iran yang Dikenal sebagai Filuf dan Ahli Strategi

1. Bercita-cita Mati Syahid

Melansir Press TV, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) menggambarkan kemartiran sebagai "impian lama" Larijani, yang tercapai setelah perjuangan seumur hidup yang bertujuan untuk kemajuan negara dan Revolusi Islamnya.

Kepemimpinan keamanannya selama perang agresi Israel-Amerika yang sedang berlangsung terhadap Republik Islam dipuji secara luas dan memainkan peran kunci dalam menimbulkan kerugian militer dan ekonomi yang besar pada musuh.

Para pejabat tinggi Iran, termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, dan Kepala Kehakiman Mohseni Ejei, menyampaikan belasungkawa atas kemartiran Dr. Larijani dan bersumpah untuk membalaskan darahnya.

2. Memimpin Dewan Keamanan Iran selama 2 Dekade

Ali Larijani, salah satu tokoh paling berpengalaman dalam lembaga politik dan keamanan Republik Islam, diangkat sebagai sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) pada Agustus 2025, peran yang pernah dipegangnya hampir dua dekade lalu.

Dekret pengangkatan oleh Presiden Masoud Pezeshkian menekankan peran Larijani dalam "pengawasan yang bijaksana dan tepat," mendorong sinergi antar lembaga, dan memantau ancaman teknologi yang muncul sambil mengadopsi "pendekatan cerdas yang berpusat pada manusia."

Larijani menggantikan Jenderal Ali Akbar Ahmadian, yang telah memegang jabatan tersebut sejak 2023, dalam perombakan besar dan penting setelah agresi Israel-Amerika selama 12 hari terhadap Iran.

Ia lahir pada tahun 1958 di kota suci Najaf, Irak, dari orang tua Iran dari keluarga religius terkemuka. Ayahnya, Ayatollah Mirza Hashem Amoli, adalah seorang ulama terkemuka yang pindah ke Najaf pada tahun 1931 karena penganiayaan oleh diktator Pahlavi Reza Shah tetapi kembali ke Iran pada tahun 1961 ketika Larijani berusia tiga tahun.


3. Disertasinya Membahas Immanuel Kant

Perjalanan akademiknya mencerminkan kedalaman intelektual dan orientasi filosofisnya.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |