SIGAP Lansia 2026: FKUI-RSCM dan YKM NU Ajarkan Cara Menyelamatkan Nyawa Lansia dalam Kondisi Gawat Darurat

2 weeks ago 5

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:34 WIB

Jakarta, VIVA – Pemahaman masyarakat mengenai tips dan cara penanganan kondisi kegawatdaruratan pada lanjut usia (lansia), dinilai perlu untuk terus ditingkatkan.

Oleh karena itu, Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI-RSCM bekerja sama dengan Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) menggelar agenda edukasi bertajuk SIGAP Lansia (Sehat, Inspiratif, Giat, Aktif, dan Produktif untuk Lansia).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026, di Aula Panti Asuhan Harapan Remaja, Rawamangun, Jakarta Timur. Selain diikuti secara langsung oleh peserta, acara juga disiarkan lewat Zoom Meeting dan YouTube agar bisa disaksikan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dr. dr. Aida Rosita Tantri, Sp.An-TI, Subsp.An.R(K) selaku Ketua Acara SIGAP Lansia, memaparkan betapa pentingnya agenda seperti ini diselenggarakan.

"Kita sehari-hari hidup berdampingan dengan lansia, baik di rumah maupun tetangga terdekat. Lansia merupakan kelompok yang memiliki risiko masalah kesehatan lebih tinggi. Acara ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali tanda-tanda kegawatdaruratan dari masalah kesehatan yang sering terjadi pada lansia serta memberikan pertolongan pertama yang tepat sebelum mendapatkan bantuan medis," kata dokter Aida. 

Sebagai informasi, YKM NU sendiri merupakan yayasan di bawah naungan Muslimat NU yang berfokus pada bidang sosial dan kesehatan.

Ketua YKM NU Tingkat Pusat, dr. Hj. Erna Yulia Soefihara, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia berharap ilmu yang didapat oleh para peserta tidak berhenti pada kegiatan ini, tetapi bisa dibagikan dan diimplementasikan kepada keluarga maupun lingkungan sekitar.

Tujuannya agar supaya semakin banyak masyarakat mampu mengenali kondisi gawat darurat pada lansia, memberipertolongan pertama secara tepat, serta segera mencari bantuan medis ketika dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rangkaian kegiatan diisi dengan pemaparan materi, sesi diskusi interaktif, simulasi kasus, serta praktik penanganan kegawatdaruratan.

Materi pertolongan pertama pada kasus stroke disampaikan oleh Dr. dr. Riyadh Firdaus, Sp.An-TI, Subsp.N.An(K). Ia menjelaskan cara mengenali gejala stroke menggunakan metode SEGERA dan FAST, sekaligus tahapan pertolongan awal yang perlu dilakukan.

Halaman Selanjutnya

Selanjutnya, dr. Abdul Kadir memaparkan langkah penanganan pertama pada lansia yang mengalami jatuh maupun lemas, termasuk teknik imobilisasi awal untuk mencegah cedera lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |