Skincare Berbahan Laut Jadi Sorotan, Apa Bedanya dengan Produk Biasa?

4 hours ago 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 13:01 WIB

Jakarta, VIVA – Kesadaran masyarakat terhadap kesehatan kulit dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Banyak konsumen kini mulai memahami pentingnya menjaga skin barrier sebagai lapisan pelindung alami kulit dari berbagai faktor eksternal seperti polusi, paparan sinar UV, hingga bahan kimia keras dalam produk perawatan.

Perubahan pola pikir ini turut memengaruhi cara konsumen memilih produk kecantikan, termasuk skincare. Jika sebelumnya fokus utama hanya pada hasil instan, kini semakin banyak orang yang mempertimbangkan komposisi bahan, keamanan jangka panjang, hingga dampaknya terhadap lingkungan. Tren clean beauty, penggunaan bahan alami, serta konsep keberlanjutan pun semakin menjadi perhatian. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melihat perubahan kebutuhan pasar tersebut, sejumlah pelaku industri kecantikan juga mulai menghadirkan inovasi produk yang menitikberatkan pada bahan alami dan teknologi yang lebih ramah lingkungan. Apa keunggulannya?

Ir. Emmy Noviawati, President Director PT Regenesis Indonesia, menilai bahwa perubahan preferensi konsumen ini mendorong munculnya produk perawatan kulit yang lebih berkelanjutan dan berbasis bahan alami.

“Dengan melihat kebutuhan market masa kini, kami telah mempersiapkan sebuah produk yang authentic dan kehadirannya akan menjadi jawaban untuk masyarakat Indonesia yang merindukan produk berbahan alami yang memberikan kebaikan selain untuk kesehatan kulit dan baik untuk bumi,” ujar Ir. Emmy Noviawati dalam keterangannya, dikutip Sabtu 14 Maret 2026. 

Salah satu pendekatan yang kini mulai banyak dilirik adalah pemanfaatan bahan aktif dari laut melalui teknologi marine biotechnology. Pendekatan ini menggabungkan penelitian ilmiah dengan potensi nutrisi yang terdapat dalam sumber daya laut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Phytomer dikenal sebagai salah satu pionir dalam pengembangan perawatan kulit berbasis teknologi bioteknologi laut. Didirikan di Saint-Malo, Prancis pada tahun 1972, Phytomer memanfaatkan berbagai bahan aktif laut sebagai komponen utama dalam produknya. Salah satu bahan yang menjadi ciri khas adalah OLIGOMER®, yaitu konsentrat air laut yang mengandung berbagai mineral penting yang dipercaya dapat membantu proses remineralisasi kulit.

“Phytomer bukan sekadar produk perawatan kulit, tetapi mewakili teknologi dari bahan organik laut yang dikembangkan secara presisi dan bertanggung jawab,” ujar Amanda Rahim, Marketing Manager PT Regenesis Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Selain memanfaatkan bahan laut sebagai komponen utama, pengembangan produknya juga dilakukan di laboratorium perusahaan yang berada di wilayah Bretagne, Prancis, dengan pengawasan kualitas yang ketat serta berbagai pengujian untuk memastikan keamanan dan efektivitas produk.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |