Sosok Jenius AI dari Dunia Game Ini Bikin Elon Musk dan Sam Altman Ketar Ketir

5 hours ago 2

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:00 WIB

VIVA – Persaingan kecerdasan buatan atau AI ternyata bukan hanya soal teknologi, tetapi juga perebutan pengaruh di masa depan. Dirangkum VIVA Rabu, 13 Mei 2026, ada laporan terbaru mengungkap bahwa sejumlah miliarder teknologi seperti Elon Musk hingga Sam Altman disebut sangat mewaspadai sosok Demis Hassabis, pendiri Google DeepMind yang memiliki latar belakang unik di industri video game.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nama Demis Hassabis memang bukan figur baru di dunia AI. Sebelum dikenal sebagai ilmuwan dan bos DeepMind, ia lebih dulu berkarier di industri game. Hassabis pernah bekerja di studio legendaris Bullfrog Productions dan menjadi programmer AI untuk game Black & White yang rilis sekitar 25 tahun lalu. Ia juga mendirikan Elixir Studios yang mengembangkan game seperti Republic: The Revolution dan Evil Genius.

Namun kini, Hassabis dikenal sebagai salah satu otak terbesar dalam pengembangan AI modern. DeepMind sukses menciptakan berbagai terobosan besar, termasuk AlphaGo dan AlphaZero yang mampu mengalahkan manusia dalam permainan strategi kompleks. Keberhasilan itulah yang membuat banyak tokoh teknologi mulai menganggap DeepMind sebagai ancaman serius dalam perlombaan menuju Artificial General Intelligence (AGI).

Dalam dokumen persidangan antara Elon Musk dan Sam Altman yang belakangan terungkap, terlihat bagaimana nama Hassabis terus muncul dalam percakapan internal para petinggi AI dunia.

Terlebih, Musk bahkan disebut pernah mengaku mengalami “tekanan mental besar” karena kemajuan DeepMind yang dianggap terlalu cepat. Ia khawatir Google melalui DeepMind bisa menjadi pihak pertama yang menguasai AGI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak hanya Musk, sejumlah tokoh lain di industri teknologi juga mengakui dominasi Google dan DeepMind sejak pertengahan 2010-an. CEO Microsoft Satya Nadella dalam kesaksiannya menyebut DeepMind sebagai salah satu pemain paling maju dalam machine learning dan neural network pada masa itu.

Menariknya, dunia game ternyata punya hubungan erat dengan perkembangan AI modern. Banyak peneliti menggunakan game sebagai tempat “melatih” AI karena memiliki aturan, tujuan, dan sistem reward yang jelas. Dari catur, Dota 2, hingga StarCraft, game menjadi laboratorium penting bagi perkembangan teknologi AI saat ini.

Halaman Selanjutnya

Perdebatan soal siapa yang akan mengendalikan AI supercanggih pun semakin memanas. Dalam beberapa email yang terungkap, muncul kekhawatiran bahwa AGI di masa depan bisa berada di tangan segelintir orang atau perusahaan besar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |