Jakarta, VIVA – Sebuah studi terbaru menyoroti dampak jangka panjang dari tren kerja jarak jauh atau remote work yang semakin umum sejak pandemi COVID-19. Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara sistem kerja remote dengan meningkatnya rasa kesepian dan tekanan mental pada pekerja di Amerika Serikat, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri.
Peneliti Emma Harrington, yang kini menjadi asisten profesor di University of Virginia, mengatakan pengalaman awalnya saat bekerja dari rumah semasa pandemi terasa cukup produktif. Namun, ia juga merasakan adanya dampak sosial yang tidak bisa diabaikan, terutama ketika menjalani hari tanpa interaksi langsung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Saya kesulitan menjalani hari-hari di mana saya tidak bisa yakin akan bertemu orang lain, bahkan dalam interaksi singkat,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Science Direct, Rabu, 17 Juni 2026.
Dalam penelitian tersebut, Harrington bersama timnya menganalisis data dari lima survei yang dilakukan antara 2011 hingga 2024 dengan melibatkan 588.322 responden di Amerika Serikat. Peneliti kemudian membagi jenis pekerjaan ke dalam dua kategori, yakni pekerjaan yang bisa dilakukan secara remote seperti software engineering dan hukum, serta pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dari jarak jauh seperti perawat.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerja di kategori pekerjaan yang memungkinkan remote cenderung menghabiskan lebih banyak waktu sendirian dan menunjukkan tingkat tekanan mental yang lebih tinggi dibandingkan pekerja yang harus bekerja langsung di lokasi kerja. Temuan ini tetap terlihat setelah faktor seperti usia, status keluarga, dan pendidikan dikendalikan.
Salah satu temuan paling mencolok adalah meningkatnya jumlah pekerja yang menghabiskan waktu sendirian sepanjang hari. “Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 25 persen responden survei yang bekerja di pekerjaan remote dan tinggal sendiri mengatakan mereka menghabiskan seluruh hari sendirian,” tulis peneliti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi tersebut dinilai berpotensi berdampak serius terhadap kesehatan mental. “Tingkat isolasi seperti itu dapat berdampak sangat buruk pada kesehatan mental,” jelas Harrington.
Meski demikian, penelitian ini tidak menyimpulkan bahwa kerja remote sepenuhnya berdampak negatif. Para peneliti menegaskan bahwa mereka tidak meniadakan manfaat sistem kerja dari rumah, seperti fleksibilitas waktu, pengurangan waktu perjalanan, hingga kesempatan menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga.
Halaman Selanjutnya
“Hasil kami tidak mengatakan bahwa tidak ada manfaat dari kerja remote,” tegasnya. Namun, temuan tersebut menunjukkan adanya dampak bersih terhadap kesehatan mental secara keseluruhan di tingkat populasi.

4 days ago
9














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)