Studi Ungkap Perbedaan Gen Z dan Milenial Saat Belanja Game

11 hours ago 6

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:12 WIB

VIVA – Dunia game terus berkembang, tetapi cara setiap generasi menikmati game ternyata tidak sama. Sebuah studi terbaru mengungkap bahwa Gen Z dan milenial memiliki alasan yang sangat berbeda ketika mengeluarkan uang untuk bermain game, mulai dari membeli skin, battle pass, hingga berlangganan layanan gaming.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gen Z diketahui lebih tertarik pada pengalaman sosial dan komunitas di dalam game. Banyak pemain muda menganggap game bukan sekadar hiburan, melainkan tempat berkumpul, berinteraksi, hingga membangun identitas digital mereka. Karena itu, pengeluaran mereka lebih sering diarahkan ke item kosmetik, kostum karakter, atau fitur yang membuat penampilan akun terlihat unik.

Berbeda dengan generasi milenial yang cenderung menghabiskan uang untuk kenyamanan dan kualitas pengalaman bermain. Milenial dinilai lebih rela membeli game premium, DLC, atau perangkat tambahan karena mereka menganggap game sebagai sarana relaksasi setelah bekerja. Banyak dari mereka juga lebih fokus pada cerita, kualitas gameplay, dan pengalaman bermain yang lengkap.

Studi lain juga menunjukkan bahwa Gen Z lebih menyukai model langganan seperti Xbox Game Pass atau Apple Arcade dibanding membeli game penuh dengan harga mahal. Mereka lebih senang mencoba banyak game dengan biaya yang lebih terjangkau. Fenomena ini muncul karena generasi muda saat ini lebih terbiasa dengan sistem berlangganan digital seperti Netflix dan Spotify.

Selain faktor gaya hidup, kondisi ekonomi juga ikut memengaruhi pola pengeluaran gamer muda. Dalam beberapa laporan terbaru, Gen Z disebut mulai mengurangi pembelian game premium karena harga game AAA yang semakin mahal. Banyak dari mereka kini beralih ke game gratis, indie game, atau game multiplayer murah yang tetap seru dimainkan bersama teman.

Sementara itu, milenial masih dianggap sebagai kelompok dengan pengeluaran gaming paling stabil. Mereka umumnya sudah memiliki penghasilan tetap sehingga tetap aktif membeli game, item tambahan, maupun perangkat gaming.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi main game online.

Photo :

  • Pexels/RDNE Stock Project

Perbedaan kebiasaan ini membuat industri game mulai menyesuaikan strategi mereka. Developer kini tidak hanya fokus menjual game mahal, tetapi juga memperkuat fitur komunitas, live service, hingga sistem kosmetik yang lebih menarik untuk pemain muda. Di sisi lain, game dengan kualitas cerita dan pengalaman mendalam tetap dipertahankan untuk menarik gamer milenial.

Uang hasil sitaan dan denda senilai Rp10,27 triliun oleh Kejagung

Di Depan Prabowo, Jaksa Agung Tegaskan Tumpukan Duit 10,27 T Bukan Seremonial Belaka

Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan gunungan uang triliunan rupiah hasil kerja Satgas PKH yang diserahkan ke kas negara bukan sekadar simbol atau seremoni belaka.

img_title

VIVA.co.id

13 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |