Suka Merokok Setelah Makan? Kebiasaan Ini Ternyata Berbahaya

9 hours ago 1

Sabtu, 12 September 2026 - 00:20 WIB

VIVA –Mengisap rokok setelah makan sudah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar bagi sebagian perokok aktif. Banyak dari mereka merasa rokok setelah makan memberikan rasa rileks dan membuat tubuh terasa lebih nyaman.

Namun, ternyata keinginan merokok setelah makan bukan sekadar rasa ingin merokok biasa. Kebiasaan ini terbentuk dari perpaduan faktor biologis, psikologis, serta rutinitas yang dilakukan berulang kali hingga akhirnya menjadi bagian dari keseharian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman Indiatoday, Sabtu 12 September 2026, meski merokok setelah makan mungkin memberikan rasa puas untuk sementara, dampaknya terhadap kesehatan dalam jangka panjang tetap serius. Salah satu alasan seseorang terbiasa merokok setelah makan adalah karena aktivitas tersebut sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Ketika mencoba berhenti merokok, seseorang mungkin merasa kesulitan menjalani rutinitas tersebut tanpa rokok di tangan.

Director of Neurology & Neurovascular Intervention di Fortis Escorts, Faridabad, Dr Vinit Banga mengatakan, dari sisi psikologis, keinginan merokok setelah makan dapat terbentuk karena kebiasaan yang dilakukan berulang kali. Lama-kelamaan, aktivitas makan dan merokok menjadi dua hal yang saling berkaitan dalam pikiran perokok.

"Bagi banyak perokok, menyalakan rokok setelah makan menjadi sebuah ritual dan sering kali memberikan rasa bahwa aktivitas makan telah selesai atau memberikan efek rileks setelah merokok. Kebiasaan ini juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial, terutama ketika seseorang terbiasa merokok setelah makan," kata dia.

Keterkaitan antara makanan dan keinginan merokok tersebut juga terlihat dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah Addictive Behaviors. Penelitian ini mengamati bagaimana jenis makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi keinginan seseorang untuk merokok, sekaligus memengaruhi seberapa nikmat rokok yang dirasakan setelah makan. Penelitian tersebut melibatkan 12 perokok berat yang diamati selama tiga malam. Setiap hari, para peserta mengisap tiga batang rokok. Dalam penelitian itu, mereka diberikan salah satu dari tiga kondisi, yakni makanan padat, makanan cair dengan jumlah kalori yang sama, atau tidak diberi makanan sama sekali.

Rokok pertama diisap 30 menit setelah penelitian dimulai. Setelah peserta selesai makan, mereka kemudian mengisap rokok kedua. Sementara itu, peserta yang tidak mendapat makanan tetap mengisap rokok kedua pada waktu yang sama. Setelah itu, rokok ketiga diisap 35 menit setelah rokok kedua. Hasilnya menunjukkan bahwa keinginan untuk merokok paling kuat setelah peserta mengonsumsi makanan padat. Keinginan tersebut lebih rendah setelah mengonsumsi makanan cair dan menjadi yang paling rendah ketika peserta tidak makan sama sekali.

Halaman Selanjutnya

Para perokok juga mengatakan bahwa rokok yang diisap setelah mengonsumsi makanan padat terasa lebih nikmat. Mereka menilai rokok tersebut memberikan rasa puas, menyenangkan, dan lebih diinginkan dibandingkan rokok yang diisap ketika tidak makan. Temuan ini menunjukkan bahwa makan makanan padat dapat meningkatkan keinginan dan daya tarik rokok secara signifikan dibandingkan mengonsumsi makanan cair atau tidak makan sama sekali.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |