Suzuki Nilai Persaingan Industri Otomotif Bergeser, Pangsa Pasar Jadi Rebutan

8 hours ago 1

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Tangerang Selatan, VIVA - Persaingan industri otomotif Indonesia dinilai memasuki babak baru. Jika sebelumnya kekhawatiran banyak pelaku industri tertuju pada penurunan penjualan, kini ancaman justru datang dari semakin ramainya merek mobil yang masuk ke Tanah Air.

Hal itu diungkapkan Marketing & Value Chain 4W Department Head PT Suzuki Indomobil Sales, Randy R. Murdoko. Menurutnya, kondisi pasar saat ini tidak bisa hanya dilihat dari naik atau turunnya angka penjualan nasional, melainkan semakin ketatnya persaingan akibat bertambahnya pemain baru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau dibilang market susah juga belum tentu. Belum bisa kita simpulkan pasti market turun. Tapi memang kondisinya makin challenging. Market belum tentu turun, tapi pemainnya tambah banyak," ujar Randy di ICE BSD, Tangerang Selatan. 

Hal tersebut menggambarkan perubahan peta persaingan industri otomotif nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, pasar Indonesia memang kedatangan banyak merek baru, terutama dari China, yang menawarkan berbagai pilihan kendaraan dengan teknologi dan harga yang kompetitif.

Meski demikian, Randy menegaskan Suzuki tidak ingin larut dalam kekhawatiran. Menurutnya, perusahaan justru memilih fokus mempertahankan daya saing dibanding terlalu memikirkan kondisi pasar secara keseluruhan.

"Kalaupun demand turun, yang kita pertahankan kan porsi kuenya. Jadi bagaimana caranya, apa pun kondisi market-nya, kita tetap kompetitif," katanya.

Ia menjelaskan, menjaga pangsa pasar menjadi salah satu prioritas Suzuki di tengah kompetisi yang semakin padat. Sebab, jika pasar menyusut dan pangsa pasar ikut berkurang, dampaknya akan terasa lebih besar terhadap kinerja perusahaan.

"Kalau jualannya turun, produksinya turun, market share-nya juga turun, porsi kue kita juga mengecil. Itu yang harus dijaga," ujarnya.

Randy menambahkan, berbagai strategi terus disiapkan untuk menghadapi situasi tersebut. Menurutnya, Suzuki tidak hanya mengandalkan peluncuran produk baru, tetapi juga terus mengevaluasi kebutuhan konsumen dan menyesuaikan strategi bisnis dengan kondisi pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Suzuki juga tetap memperhatikan arah kebijakan pemerintah yang dinilai berpengaruh terhadap industri otomotif nasional.

"Ada beberapa hal yang memang tidak bisa dihindarkan. Tapi tugas kami sebagai ATPM adalah menyiasati supaya dalam kondisi seperti apa pun performa perusahaan tetap maksimal," katanya.

Halaman Selanjutnya

Meski banyak merek baru bermunculan dengan teknologi elektrifikasi yang semakin beragam, Suzuki mengaku tidak akan terburu-buru mengubah strategi. Perusahaan memilih tetap menawarkan produk yang sesuai dengan karakter konsumennya di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |