Terbongkar di Pengadilan Militer, Ide Penyiraman Andrie Yunus Disebut Demi Cara yang “Praktis”

11 hours ago 1

Rabu, 13 Mei 2026 - 17:34 WIB

Jakarta, VIVA – Pengakuan mengejutkan disampaikan Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi dalam sidang perkara penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Di hadapan majelis hakim, Budhi mengaku dirinya yang pertama kali mengusulkan aksi penyiraman terhadap Andrie. Alasannya, cara itu dianggap lebih cepat dibanding melakukan pemukulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Supaya lebih cepat dan praktis,” tutur Budhi dalam persidangan.

Pengakuan itu muncul saat Oditur Militer mendalami awal mula rencana penyerangan terhadap Andrie Yunus. Budhi mengatakan ide tersebut muncul spontan setelah ia melihat video viral interupsi rapat pembahasan revisi UU TNI di Hotel Fairmont pada 11 Maret 2026.

Saat itu, Budhi berada di mess prajurit dan mengaku tersulut emosi usai melihat aksi Andrie dalam video tersebut. Terlebih, menurut dia, Andrie masuk ke forum yang dianggap sebagai rapat tertutup.

“Saya merasakan rasa kesal. Kesal juga atas perilaku dan tindakan Andrie Yunus yang memaksa masuk di video tersebut di rapat tertutup,” katanya.

Dalam sidang juga terungkap, Budhi sempat menyiapkan cairan yang nantinya digunakan dalam aksi penyiraman. Awalnya, ia hanya mengambil air aki bekas dari bengkel. Namun karena jumlahnya dianggap kurang, Budhi kemudian mencari cairan lain untuk dicampurkan.

Pencarian itu membawanya ke sebuah lemari besi yang dalam kondisi tidak terkunci.

“Saya lihat lemari besi tidak terkunci. Akhirnya saya buka,” ujar dia.

Di dalam lemari tersebut, Budhi menemukan cairan pembersih karat yang sebelumnya pernah ia lihat dipakai membersihkan mesin kendaraan.

“Disitu ada botol yang berisi cairan yang pernah sekira bulan Januari pernah saya lihat untuk membersihkan mesin kendaraan,” katanya.

Cairan itu kemudian dicampurkan ke dalam tumbler yang sudah berisi air aki. Meski demikian, Budhi membantah ada perencanaan matang saat mencampur dua cairan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tidak ada ide. Spontanitas saja,” tutur Budhi.

Tak hanya itu, Budhi juga mengaku tidak pernah memikirkan dampak campuran cairan tersebut terhadap tubuh korban. Padahal, dalam sidang sebelumnya terungkap bahwa air aki dapat merusak kain hingga menimbulkan rasa gatal.

Halaman Selanjutnya

“Tidak pertimbangan, spontanitas saja,” ujar dia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |