Jakarta, VIVA – Dokter kecantikan sekaligus kreator konten, Richard Lee, kini menghadapi dua sorotan besar sekaligus. Di satu sisi, ia tengah menjalani proses hukum terkait dugaan pelanggaran perlindungan konsumen dan kesehatan. Di sisi lain, status mualafnya kembali diperdebatkan setelah sertifikat mualaf miliknya dicabut oleh pihak Mualaf Center Indonesia.
Polemik tersebut membuat publik kembali menyoroti berbagai aspek kehidupan Richard Lee. Tidak hanya soal bisnis kecantikan, podcast, dan aktivitasnya sebagai influencer, banyak orang juga mulai penasaran dengan latar belakang pendidikan yang membentuk kariernya hingga menjadi salah satu dokter kecantikan paling dikenal di Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama bertahun-tahun, Richard Lee dikenal sebagai sosok yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai keamanan produk kecantikan. Melalui kanal YouTube dan media sosial miliknya, ia sering membahas kandungan skincare, membongkar produk yang dianggap berbahaya, hingga mengundang berbagai tokoh terkenal untuk berdiskusi dalam podcast yang kerap menjadi trending.
Di balik kesuksesan tersebut, ternyata perjalanan pendidikan Richard Lee tidak sesederhana yang dibayangkan banyak orang.
Mengawali Pendidikan di Palembang
Richard Lee lahir dan besar di Palembang, Sumatera Selatan. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Xaverius 4 Palembang. Setelah menyelesaikan sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Xaverius 1 Palembang.
Perjalanan akademiknya kemudian berlanjut ke SMA Xaverius 1 Palembang. Sekolah tersebut dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan yang cukup bergengsi di Kota Palembang dan telah melahirkan banyak alumni berprestasi.
Sejak duduk di bangku sekolah, Richard dikenal memiliki minat besar terhadap dunia sains dan kesehatan. Ketertarikan itu kemudian membawanya bercita-cita menjadi seorang dokter.
Pernah Lolos Fakultas Kedokteran UI
Salah satu fakta yang tidak banyak diketahui publik adalah Richard Lee sebenarnya pernah diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi banyak calon mahasiswa, berhasil lolos ke Fakultas Kedokteran UI merupakan pencapaian yang sangat prestisius karena program studi tersebut termasuk yang paling kompetitif di Indonesia.
Namun kesempatan tersebut akhirnya tidak diambil. Dalam berbagai kesempatan, Richard mengungkapkan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangan keluarga, terutama biaya pendidikan yang dinilai cukup besar serta lokasi kampus yang jauh dari Palembang.
Halaman Selanjutnya
Meski gagal melanjutkan pendidikan di UI, Richard tidak menyerah untuk mengejar cita-citanya menjadi dokter.

2 days ago
2














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6682149/original/080813600_1779504411-20260522_095154.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)