Rabu, 4 Maret 2026 - 08:30 WIB
Iran, VIVA –Setelah lebih dari tiga dekade menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu pagi 28 Februari 2026. Kematian pimpinan tertinggi Iran ini menjadi duka mendalam bagi warga Iran.
Tak hanya itu saja, kematian Ali Khamenei juga ‘membangkitkan’ amarah Iran, hal ini tercermin dari serangan balasan yang dilancarkan negara tersebut dan menyasar pangkalan militer AS, Tel Aviv hingga Beit Shemesh baru-baru ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menyusul dengan kematian pimpinan tertinggi di Iran, berikut rangkuman informasi yang sejauh ini diketahui tentang bagaimana pembunuhan Khamenei terjadi seperti melansir laman Al Jazeerah, Rabu 4 Maret 2026.
Bagaimana aliansi Israel-AS mengetahui lokasi target?
Serangan udara yang menyasar Khamenei dan pejabat pertahanan tertinggi Iran terjadi sekitar pukul 09.40 waktu Teheran (06.10 GMT) pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Khamenei tewas di sebuah kompleks di pusat Teheran yang menjadi lokasi kantor dan kediaman pemimpin tertinggi, presiden Iran, serta Dewan Keamanan Nasional.
Menurut laporan The New York Times yang mengutip sumber anonim yang mengetahui operasi tersebut, Badan Intelijen Pusat AS (CIA) memperoleh informasi mengenai pertemuan pada Sabtu pagi yang dihadiri Khamenei dan jajaran militer senior Iran. Informasi itu kemudian dibagikan kepada Israel.
CBS juga melaporkan, dengan mengutip pejabat anonim, bahwa CIA memberikan data lokasi Khamenei kepada Israel.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social setelah kematian Khamenei, Presiden AS Donald Trump menulis bahwa pemimpin tersebut “tidak mampu menghindari sistem intelijen dan pelacakan kami yang sangat canggih, dan dengan bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang bisa ia lakukan, atau para pemimpin lain yang tewas bersamanya.”
Belum jelas apakah AS mencegat komunikasi telepon atau digital lainnya, menggunakan citra satelit, atau memanfaatkan agen rahasia di lapangan untuk mendapatkan informasi tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Belum diketahui pula mengapa para pemimpin militer paling senior Iran berkumpul di lokasi yang relatif mudah diprediksi di tengah ancaman serangan Israel-AS yang sudah di depan mata.
Namun diketahui bahwa Israel telah lama merekrut agen rahasia di Iran dan memantau lingkaran Khamenei selama bertahun-tahun, bahkan mengumpulkan informasi detail seperti kebiasaan dan lokasi mereka mendapatkan makanan, menurut mantan pejabat CIA yang tidak disebutkan namanya kepada The Guardian. Dalam perang 12 hari pada Juni lalu, enam ilmuwan nuklir Iran juga tewas dibunuh, sebagian di rumah mereka.
Halaman Selanjutnya
Analis Rosemary Kelanic kepada penyiar publik Kanada, CBC, menyebut kemungkinan besar AS menggunakan kombinasi intelijen manusia di lapangan mungkin melalui aset Israel ditambah intelijen sinyal, serta kemampuan militer AS untuk menyerang hampir di mana pun di dunia.

1 week ago
6











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
