VIVA – Timnas Senegal akhirnya buka suara setelah muncul rumor panas yang menyebut pelatih mereka, Pape Thiaw, menolak berangkat ke Amerika Serikat untuk persiapan Piala Dunia 2026. Kabar itu sempat ramai dibahas media Afrika dan media sosial karena dikaitkan dengan konflik kontrak antara sang pelatih dan Federasi Sepak Bola Senegal (FSF).
Namun, federasi dengan tegas membantah isu tersebut. Mereka memastikan keterlambatan keberangkatan skuad bukan disebabkan perselisihan internal, melainkan kendala administratif terkait izin penerbangan dan visa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataan resminya, FSF menilai informasi yang beredar telah menyesatkan publik dan memperkeruh situasi jelang turnamen besar.
“Federasi Sepak Bola Senegal ingin memberikan penjelasan kepada publik nasional maupun internasional mengenai situasi keberangkatan tim nasional ke Amerika Serikat, demi meluruskan informasi keliru yang beredar di sejumlah media dan media sosial,” tulis pernyataan FSF.
Federasi juga membantah keras tuduhan bahwa Pape Thiaw sengaja menunda keberangkatan karena negosiasi kontrak yang belum selesai.
“FSF dengan tegas membantah rumor tidak berdasar yang menyebut pelatih tim nasional menolak bepergian karena renegosiasi kontrak. Memang ada pembicaraan kontrak yang masih berlangsung, tetapi hal itu sama sekali tidak memengaruhi jadwal perjalanan tim,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebut Senegal mengalami penundaan keberangkatan hampir delapan jam karena Thiaw dikabarkan kecewa dengan situasi kontraknya yang disebut telah berakhir sejak Februari lalu.
Meski diterpa rumor panas, federasi memastikan ruang ganti Senegal tetap solid. Para pemain dan staf pelatih disebut masih fokus penuh menghadapi agenda penting di Amerika Serikat.
“Kendala logistik kecil ini sama sekali tidak memengaruhi kekompakan dan tekad para pemain, staf teknis, maupun federasi. Seluruh tim tetap bersatu menyambut pertandingan penting di Amerika Serikat,” tulis FSF lagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pape Thiaw sendiri mulai menangani Senegal sejak Desember 2024. Pelatih berusia 45 tahun itu langsung mencuri perhatian setelah membawa The Teranga Lions menjuarai Piala Afrika 2025.
Namun, keberhasilan tersebut sempat diwarnai kontroversi besar pada final melawan Maroko. Saat laga berlangsung, para pemain Senegal dan staf pelatih sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang memberikan penalti kepada Maroko di masa injury time.
Halaman Selanjutnya
Pertandingan terhenti selama 14 menit sebelum akhirnya dilanjutkan kembali. Penyerang Maroko, Brahim Diaz, gagal mengeksekusi penalti tersebut dan Senegal akhirnya menang 1-0 lewat babak tambahan waktu.

2 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)