VIVA – Bulan Ramadan adalah momen penting untuk meningkatkan ibadah sekaligus menjaga kesehatan tubuh. Agar puasa lancar, tubuh tetap bertenaga, dan berat badan tetap stabil, mengatur pola makan dengan tepat menjadi kunci utama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tanpa strategi yang benar, puasa bisa membuat tubuh lemas, gangguan pencernaan, atau bahkan kenaikan berat badan. Berikut panduan terbaru 2026 untuk mengatur pola makan sehat selama Ramadan.
1. Sahur dengan Nutrisi Seimbang
Sahur adalah sumber energi utama sepanjang hari. Pilih makanan yang mengandung:
- Karbohidrat kompleks: nasi merah, oatmeal, roti gandum untuk energi tahan lama.
- Protein tinggi: telur, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe untuk menjaga massa otot dan rasa kenyang lebih lama.
- Serat dan sayuran: bayam, brokoli, wortel untuk membantu pencernaan.
- Cairan cukup: minimal 2 gelas air putih agar tubuh terhidrasi.
Hindari sahur terlalu dekat waktu subuh agar tubuh punya waktu mencerna makanan sebelum puasa.
2. Berbuka Secara Bertahap
Berbuka puasa sebaiknya tidak tergesa-gesa. Langkah yang dianjurkan:
- Minum air putih untuk hidrasi.
- Konsumsi 1–3 kurma sebagai sumber gula alami dan energi cepat.
- Tunggu 10–15 menit sebelum makan utama untuk menghindari makan berlebihan.
Cara ini membantu lambung menyesuaikan diri dan mengurangi risiko gangguan pencernaan.
3. Pilih Makanan Sehat, Bukan Tinggi Lemak dan Gula
Makanan manis dan gorengan memang menggoda, tapi bisa menambah kalori berlebihan. Alternatif sehat:
- Buah segar sebagai pencuci mulut
- Sup sayur atau salad
- Protein sehat seperti ikan panggang atau ayam rebus
Ini menjaga berat badan tetap stabil dan tubuh tetap segar.
4. Kontrol Porsi Makan
Gunakan piring lebih kecil dan makan perlahan agar tubuh memberi sinyal kenyang lebih cepat. Kebiasaan ini membantu mencegah makan berlebihan dan penumpukan kalori.
5. Tetap Aktif Selama Puasa
Meskipun sedang berpuasa, aktivitas ringan penting untuk menjaga metabolisme:
- Jalan kaki 10–20 menit sebelum berbuka
- Peregangan atau yoga ringan
- Olahraga ringan setelah tarawih
Gerakan ini membantu tubuh tetap bertenaga dan mendukung pembakaran kalori.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
6. Batasi Minuman Berkafein
Kopi dan teh berkafein bisa meningkatkan risiko dehidrasi. Sebaiknya batasi konsumsi kafein dan pilih air putih atau infused water untuk hidrasi optimal.
Halaman Selanjutnya
7. Tidur Cukup

3 weeks ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
