Truk Tabrak JPO Tendean, Rute Transjakarta Ini Alami Gangguan

2 days ago 9

Selasa, 14 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jakarta, VIVA – Tiga rute Transjakarta mengalami keterlambatan perjalanan setelah sebuah truk pengangkut alat berat menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Selasa 14 Juli 2026. Kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi berdampak pada layanan menuju Blok M.

Melalui akun X resminya, Transjakarta menyampaikan rute 6U (Blok M–Pasar Minggu), 6W (Duren Tiga–Blok M via Bangka Raya), dan 7Q (Blok M–Cawang Cililitan) mengalami keterlambatan kedatangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"#INFOTRANSJAKARTA | Rute 6U, 6W dan 7Q mengalami keterlambatan kedatangan dikarenakan adanya truck yang menabrak JPO di sekitar Jl Kapten Tendean sehingga terjadi kepadatan lalu lintas di sekitarnya," tulis Transjakarta.

Transjakarta juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas gangguan layanan tersebut dan mengimbau masyarakat memantau informasi terbaru mengenai operasional bus.

Sementara itu, TMC Polda Metro Jaya melaporkan kecelakaan terjadi sekitar pukul 01.28 WIB di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Truk menghantam JPO hingga struktur jembatan mengalami kerusakan dan nyaris roboh.

"06.19 Truck Crane menabrak Jembatan Penyeberangan Orang ( JPO ) sekitar pukul 01.28 Wib di Jl. Kapten Tendean No.85 RT.2/RW.2 Mampang Prapatan Kec. Mampang Prapatan Kota Jakarta Selatan arah Santa," tulis TMC Polda Metro.

Arus kendaraan di sekitar lokasi terpantau padat karena proses evakuasi masih berlangsung.

"Lalu lintas terpantau padat dan saat ini masih penanganan Petugas terkait," tulis TMC Polda Metro.

Pengendara diimbau menghindari Jalan Kapten Tendean menuju Blok M hingga penanganan selesai. Dari dokumentasi yang beredar, kendaraan bergerak perlahan melewati lokasi kejadian.

Benturan truk menyebabkan salah satu tiang penyangga JPO nyaris ambruk. Selain itu, bagian tangga jembatan tidak lagi dapat digunakan.

BPBD Jakarta menduga kecelakaan dipicu kelalaian sopir yang tidak memperhitungkan tinggi muatan saat mengemudikan truk bernomor polisi B-9077-UFU.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sopir kendaraan towing alat berat tidak memperhitungkan maximal ketinggian muatan," bunyi keterangan BPBD Jakarta.

BPBD menjelaskan pengemudi sempat melihat keberadaan JPO. Namun, diduga karena perhatiannya teralihkan ke telepon genggam, ia tidak memperkirakan tinggi alat berat yang dibawa hingga akhirnya tersangkut di jembatan.

Halaman Selanjutnya

"Akibatnya dikarenakan tidak memperhitungkan maximal ketinggian muatan unit yang sedang diangkut menyangkut bagian JPO yang mengakibatkan kondisi JPO rusak cukup parah," kata BPBD.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |