Rabu, 15 Juli 2026 - 10:19 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menarik pasukannya dari Suriah dan Lebanon. Permintaan itu disampaikan dalam percakapan telepon keduanya pekan lalu, menurut laporan Axios pada Selasa yang mengutip pejabat AS dan Israel.
Trump menilai keberadaan militer Israel di Suriah meningkatkan ketegangan dan berpotensi memicu eskalasi konflik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Perdana Menteri, di pihaknya, menyampaikan perlunya zona keamanan di sepanjang perbatasan Israel," kata kantor Netanyahu dalam pernyataannya, Rabu 15 Juli 2026.
Percakapan Trump dan Netanyahu berlangsung sehari setelah Presiden AS bertemu Presiden Transisi Suriah Ahmed al-Sharaa.
Laporan tersebut menyebut pemerintahan Trump selama beberapa bulan terakhir berupaya memediasi kesepakatan keamanan baru antara Israel dan Suriah. Di saat yang sama, wilayah Suriah selatan beberapa kali dilanda bentrokan setelah warga memprotes kehadiran Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Sebelumnya, Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menegaskan penempatan pasukan Israel di zona penyangga Lebanon, Suriah, dan Jalur Gaza merupakan bagian dari strategi keamanan baru untuk mencegah penyusupan kelompok militan ke wilayah Israel, seperti serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. (ant)
Trump Blokade Iran, Kapal Kargo Bakal Dipungut Biaya 20% di Selat Hormuz
Trump mengatakan pemerintahnya memberlakukan kembali kebijakan yang disebutnya “blokade Iran”, serta mengusulkan pengenaan biaya sebesar 20% atas kapal di Selat Hormuz.
VIVA.co.id
14 Juli 2026

1 hour ago
2











