Senin, 2 Maret 2026 - 09:14 WIB
VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan tiga anggota militer AS telah tewas selama Operasi Epic Fury -- sebutan operasi militer di Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026. Trump menyebut 3 tentara Amerika yang tewas adalah "orang-orang hebat," dan dia juga memperkirakan "itu bisa terjadi lagi" selama serangan tersebut.
"Mereka adalah orang-orang hebat," kata Trump kepada The Daily Mail pada hari Minggu. "Dan, Anda tahu, kami memperkirakan itu akan terjadi, sayangnya. Bisa terjadi terus-menerus — itu bisa terjadi lagi." Presiden juga mengatakan ketiganya memiliki "catatan yang luar biasa."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketiga anggota militer tersebut, yang belum diidentifikasi, adalah korban pertama pada masa jabatan kedua Trump. Belum ada informasi yang dirilis mengenai keadaan kematian mereka. Operasi militer yang menggulingkan Nicolás Maduro dari kekuasaan di Venezuela pada bulan Januari mengakibatkan cedera tetapi tidak ada kematian.
Presiden Donald Trump mengakui bahwa anggota militer Amerika dapat tewas ketika ia mengumumkan dimulainya Operasi Epic Fury pada awal 28 Februari.
"Pemerintahan saya telah mengambil setiap langkah yang mungkin untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di kawasan itu," kata Trump dalam pidato video yang diunggah ke media sosial. "Nyawa para pahlawan Amerika yang berani mungkin hilang, dan kita mungkin mengalami korban jiwa."
Presiden mengatakan dia "mungkin" akan pergi ke Pangkalan Angkatan Udara Dover di Delaware untuk pemindahan jenazah ketiga anggota militer tersebut secara terhormat dan akan bertemu dengan keluarga mereka "pada waktu yang tepat."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah gelombang serangan udara besar-besaran Amerika dan Israel pada Sabtu pagi, Iran mulai membalas terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah, menargetkan Naval Support Activity Bahrain; Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar; Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait; Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab; dan Pangkalan Udara Muwaffaq Al Salti di Yordania. Iran juga menargetkan lokasi sipil di seluruh Teluk dan Israel.
Naval Support Activity Bahrain, Ali Al Salem, dan Al Udeid terkena proyektil, seperti yang terlihat dalam citra satelit dan video media sosial. Belum jelas apakah pangkalan lain juga terkena. Sejumlah negara di kawasan itu, termasuk negara-negara yang menampung pasukan Amerika, mengkonfirmasi bahwa mereka telah menjadi sasaran serangan rudal dan drone skala besar.
Halaman Selanjutnya
Lima warga Amerika lainnya mengalami luka serius. CENTCOM tidak menyebutkan bagaimana korban jiwa tersebut terjadi dan memperingatkan bahwa informasinya akurat pada pukul 9:30 pagi Waktu Bagian Timur pada tanggal 1 Maret.

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
