Minggu, 13 September 2026 - 06:05 WIB
VIVA –Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut perang dengan Iran bisa berakhir dalam waktu dekat. Menurut dia, AS telah berupaya mengakhiri konflik tersebut, tetapi Iran justru berusaha memperpanjang perang untuk memengaruhi jalannya pemilu AS.
Berbicara setelah bertemu Perdana Menteri Irlandia Micheal Martin di Irlandia, Trump memperkirakan perang dengan Iran akan berakhir setelah masa pemilu AS. Ia kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saya pikir dalam waktu dekat. Saya pikir mungkin tepat setelah masa pemilu," kata dia dikutip dari laman Anadoulu Agency, Minggu 14 September 2026.
Trump menuduh Iran berusaha bertahan selama mungkin untuk mempersulit pemilu. Namun, ia menegaskan AS tidak akan membiarkan Teheran memperoleh senjata nuklir.
"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Sederhana saja," ujarnya.
Trump menambahkan, harga minyak akan turun tajam setelah konflik berakhir. Trump juga membahas ketegangan di Laut Merah. Ia mengatakan kelompok Houthi di Yaman telah menghubungi AS dan menyampaikan bahwa mereka tidak menginginkan konfrontasi dengan Washington.
"Mereka tidak ingin berperang dengan kami," kata Trump.
Ia menambahkan, kelompok tersebut membiarkan sebagian besar kapal melintas di jalur perairan tersebut. Trump mengeklaim AS telah menguasai kawasan itu dengan kuat melalui blokade angkatan laut yang agresif. Menurut dia, AS mencegat sekitar 25 kapal setiap hari, sebagian besar pada malam hari.
Presiden AS itu mengatakan pemerintahannya telah memperkirakan konflik akan mendorong kenaikan harga minyak. Namun, ia menyebut harga minyak kemungkinan akan kembali turun setelah perang dengan Iran berakhir.
Trump juga membela peran pemerintahannya dalam konflik di Gaza. Ia menolak kritik yang menyebut Washington turut memfasilitasi genosida atau pendudukan Israel di Tepi Barat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ketika Anda berbicara tentang Gaza, Anda tahu kami telah memadamkan api dan mendapatkan kembali semua sandera," katanya.
Trump merujuk pada upaya yang menurutnya berhasil mengamankan pembebasan dan pemulangan para sandera yang ditahan di Gaza.
China Murka ke CIA, Spionase Ekonomi AS Disebut 'Logika Bandit'
Beijing menyebut sikap AS sebagai bentuk "logika bandit" dan menuding Washington secara terbuka menjadikan perusahaan-perusahaan China sebagai target spionase.
VIVA.co.id
12 September 2026

3 hours ago
1












