loading...
Unit 4000 IRGC Iran disebut-sebut rencanakan serangan terhadap kapal-kapal dan pelabuhan di wilayah Asia, termasuk pelabuhan di Indonesia. Foto/Iran International
JAKARTA - Unit intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan tengah merekrut warga asing untuk melakukan serangan terhadap kapal, jalur pelayaran, dan pelabuhan di Asia Timur, termasuk dua pelabuhan utama di China. Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber yang mengetahui rencana itu kepada Iran International.
Iran International, media pro-oposisi Iran yang berbasis di Inggris, memperoleh informasi mengenai tiga orang yang diduga telah direkrut serta sebuah operasi yang disebut sedang dipersiapkan Unit 4000, divisi operasi khusus di bawah Organisasi Intelijen IRGC.
Baca Juga: Diserang Rudal Iran, 8 Jet Tempur F-15 dan 1 Pesawat A-10 AS Rusak
Menurut sumber tersebut, ketiga orang itu direkrut melalui sejumlah ulama Syiah di Thailand dan Indonesia. Unit 4000 juga disebut mulai menyusun rencana serangan di Selat Malaka dan Selat Bangka, serta menargetkan Pelabuhan Tanjung Priok di Indonesia dan Pelabuhan Ningbo-Zhoushan serta Shanghai di China.
Operasi tersebut, menurut sumber Iran International, berada di bawah kendali Brigadir Jenderal Rahman Moghaddam, komandan Unit 4000.
Sebelumnya, Moghaddam dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Teheran pada 3 Maret, beberapa hari setelah perang pecah. Badan keamanan Israel menyebutnya sebagai salah satu pejabat senior intelijen Iran yang tewas dalam serangan tersebut.
Dua hari kemudian, drone menyerang Nakhichevan di Azerbaijan. Pemerintah Azerbaijan menuding Iran berada di balik serangan tersebut, tuduhan yang dibantah Teheran. CNN kemudian melaporkan bahwa pejabat Iran meyakini serangan drone itu merupakan aksi balasan atas tewasnya Moghaddam. Teheran menduga pembunuhan tersebut dilakukan dengan bantuan Israel dari wilayah Azerbaijan.
Namun, Iran International kini memperoleh informasi yang menyebut laporan kematian Moghaddam tidak benar. Berdasarkan informasi tersebut, Moghaddam selamat dari serangan dan kini kembali memimpin apa yang disebut sumber sebagai fase baru operasi maritim Unit 4000 di luar negeri.
Moghaddam sebelumnya menjabat sebagai wakil koordinator Organisasi Perlindungan dan Intelijen Kementerian Pertahanan Iran. Sekitar tiga tahun lalu, dia mengambil alih komando Unit 4000, yang selama ini dikaitkan dengan operasi pembunuhan dan sabotase terhadap lawan-lawan Republik Islam Iran serta kepentingan Israel di luar negeri.
Rencana Targetkan Kapal di Perairan Indonesia dan China
Dua sumber yang mengetahui aktivitas IRGC mengatakan Moghaddam kini mengawasi program baru untuk memperluas operasi Unit 4000 ke perairan Asia Timur.
Menurut mereka, Unit 4000 mempertimbangkan serangan terhadap kapal komersial, kapal militer, maupun kapal milik pribadi yang melintas di Selat Malaka, salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, serta Selat Bangka.
Unit tersebut juga disebut telah menyusun rencana untuk menargetkan Pelabuhan Tanjung Priok, pelabuhan tersibuk di Indonesia, serta dua pelabuhan utama China, Ningbo-Zhoushan dan Shanghai.
Jika benar, rencana tersebut akan memperluas secara signifikan wilayah operasi kampanye tekanan maritim Iran.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, Iran berupaya membatasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Di saat yang sama, kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman telah mengganggu pelayaran di sekitar Selat Bab al-Mandab dan Laut Merah.































