Viral Foto Keluarga Dipakai untuk Narasi Gay Parenting Diduga Hasil Edit, Pemilik Asli Buka Suara

5 hours ago 1

Minggu, 28 Juni 2026 - 19:55 WIB

Jakarta, VIVA – Jagat media sosial dihebohkan dengan viralnya sebuah unggahan yang diduga menggunakan foto keluarga tanpa izin untuk mendukung narasi mengenai gay parenting. Kasus ini memicu perdebatan luas karena tidak hanya menyangkut dugaan manipulasi foto, tetapi juga melibatkan gambar anak-anak yang digunakan tanpa persetujuan orang tua.

Kasus ini bermula setelah sebuah akun Threads bernama Rio Damar mengunggah foto yang memperlihatkan dua pria bersama dua anak. Unggahan tersebut disertai narasi yang mengaitkan gambar tersebut dengan kehidupan keluarga pasangan sesama jenis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dear heteronormative couple, this is what gay parenting look like. Biasanya kami adopsi anak-anak yang ditelantarkan kaum-kaum heteroseksual karena banyak dari mereka yang mau enak-enaknya doang tapi kabur dari tanggung jawab. Kami yang beresin gapapa. Ikhlas kok," tulis akun tersebut yang dikutip pada Minggu, 28 Juni 2026.

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menuai ribuan tanggapan dari pengguna media sosial. Namun, tidak lama kemudian muncul fakta baru yang membuat kasus tersebut semakin ramai diperbincangkan.

Seorang pengguna Threads dengan akun @hanumtk kemudian muncul memberikan klarifikasi. Ia mengaku sebagai pemilik asli foto yang beredar dan menjelaskan bahwa gambar tersebut merupakan dokumentasi keluarganya bersama suami serta kedua anak mereka.

Menurutnya, foto tersebut telah mengalami penyuntingan digital. Sosok dirinya sebagai istri diduga dihapus dari gambar, kemudian diganti dengan pria lain sehingga menampilkan komposisi keluarga yang sama sekali berbeda dari kondisi sebenarnya.

Sebagai bukti, ia turut mengunggah foto asli yang belum mengalami proses pengeditan.

"Dear LGBTQ+ ini namanya foto suami istri anak yang lagi foto keluarga ya," tulis akun @hanumtk. 

Selain mempertanyakan dugaan manipulasi foto, warganet juga menyoroti penggunaan gambar anak-anak dalam narasi yang dinilai sensitif tanpa persetujuan dari orang tua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah pengguna media sosial menilai tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak bagi privasi keluarga, terutama terhadap anak yang identitas visualnya tersebar luas di internet.

Perdebatan pun berkembang menjadi pembahasan mengenai pentingnya etika penggunaan foto di media sosial, khususnya ketika foto tersebut berasal dari orang lain dan dipakai untuk membangun narasi tertentu.

Halaman Selanjutnya

Kasus ini kini tidak hanya ramai di media sosial, tetapi juga mulai memasuki ranah hukum. Pengacara Tomy Arkan mengungkapkan bahwa pihaknya telah diminta memberikan pendampingan hukum kepada keluarga pemilik foto. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |