Jakarta, VIVA –Peristiwa tak terduga terjadi di Desa Ragung, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura. Seorang perempuan tiba-tiba menghentikan prosesi pemakaman salah satu warga setempat. Apa yang sebenarnya terjadi?
Berdasarkan video yang beredar, perempuan yang belum diketahui identitasnya itu menghentikan pemakaman karena menuntut pertanggungjawaban terkait almarhumah. Diketahui, almarhumah sebelumnya sempat berhutang kepadanya dalam jumlah besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Alamarhumah diketahui berhutang emas 24 karat seberat 50 gram serta uang senilai Rp 15 juta. Secara keseluruhan diketahui alamrhumah berhutang kepadanya senilai Rp 215 juta. Kiyai yang mendengar itu langsung mencoba menenangkan warga yang menghadiri prosesi pemakaman tersebut.
”Kiyai ada yang mau saya sampaikan orang almarhum ini punya hutang ema 24 karat 50 gram25 . emas standar (biasa) dan uang Rp 15 juta diperkirakan Rp 215 juta ke saya,” kata perempuan tersebut seperti dikutip dari akun Instagram @moodindo.news, Rabu 4 Maret 2026.
Perempuan itu juga mengaku bahwa dia telah menagih hutang tersebut ke suami almarhumah. Namun sayangnya dia harus gigit jari, suaminya pun tak bisa melunasi hutang mendiang istrinya.
”Sudah saya tagih ke suaminya tak kunjung diberi,” kata dia.
Menariknya lagi berdasarkan cerita perempuan tersebut, almarhumah tidak hanya berhutang kepadanya saja. Setidaknya ada dua orang lainnya yang juga dihutangi oleh mendiang.
”Ke orang ini 10 gram, ke orang ini 7 gram emas Malaysia,” kata wanita tersebut.
Wanita itu juga meminta agar prosesi pemakaman dihentikan sebelum masalah hutang piutang bisa diselesaikan.
”Minta tolong jangan dikubur sebelum ada yang pegang (penanggung jawab untuk anaknya, suaminya dan saudaranya). Mohon maaf jangan dikubur dulu sampai dibayarkan hutangnya,” kata wanita tersebut.
Sontak saja unggahan tersebut mengundang perhatian pengguna media sosial dan memicu perdebatan online. Tak sedikit dari pengguna media sosial yang setuju dengan aksi wanita tersebut mengingat hutang akan dibawa sampai mati.
”Mantap ibunya.. ahli waris memang harus menanggungnya,” komentar netizen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
”Mantap ibu, ibu menolong di hari akhir almarhum biar nggak berat hukuman di akhiratnya,” kata lainnya.
”Itu ibunya udah bener ya guys, bahkan rasulullah pernah enggan mensolatkan orang meninggal karena masih ada hutang di dunia,” kata lainnya.
Kisah Haru Perjuangan Tiga Wanita Difabel Diterima Kerja di Bandung
Ketiga wanita difabel yakni Hasna, Hasni, dan Adel pun berbagi pesan untuk sesama penyandang tunarungu agar tetap semangat dan tidak menyerah untuk melamar pekerjaan.
VIVA.co.id
1 Maret 2026

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
