Waspada Covid Varian 'Cicada', Gejalanya Terlalu Mirip Flu hingga Sulit Dibedakan

4 weeks ago 15

Sabtu, 4 April 2026 - 10:30 WIB

VIVA – Kemunculan varian baru Covid-19 BA.3.2 yang dijuluki “cicada” kembali menjadi perhatian. Meski penyebarannya belum menunjukkan lonjakan besar, para ahli mengingatkan bahwa gejalanya sangat mirip dengan penyakit pernapasan lain sehingga sulit dikenali tanpa tes.

Gejala yang ditimbulkan varian ini umumnya tidak jauh berbeda dari infeksi virus lain, seperti pilek, batuk, nyeri otot, hingga demam. Kondisi ini membuat banyak kasus sulit dibedakan dengan influenza atau infeksi pernapasan lainnya. Scroll untuk info lebih lanjut...

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sayangnya, tidak benar-benar ada ciri khas yang membedakan penyakit pernapasan ini,” kata Geeta Sood, epidemiolog di Johns Hopkins Bayview Medical Center, sebagaimana dikutip dari NBC News, Sabtu, 4 April 2026.

Perbedaan dengan fase awal pandemi juga mulai terlihat. Jika sebelumnya kehilangan indera penciuman dan perasa menjadi tanda khas Covid-19, kini gejala tersebut tidak lagi dominan pada varian yang beredar saat ini, termasuk BA.3.2.

Menurut para ahli, situasi ini membuat diagnosis berbasis gejala menjadi semakin tidak akurat. “Kita juga tidak bisa benar-benar memprediksi seperti sebelumnya apa yang diderita seseorang berdasarkan apa yang sedang beredar. Bisa jadi Covid, bisa jadi influenza, dan sekarang kita juga memiliki RSV yang berkepanjangan,” ujar Sood.

Varian BA.3.2 sendiri dinilai memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibandingkan varian sebelumnya. Hal ini memunculkan kekhawatiran terkait potensi penularan, terutama jika kekebalan masyarakat tidak cukup kuat.

“Varian ini sangat berbeda secara imunologis dibandingkan varian sebelumnya, dan setiap kali hal itu terjadi, selalu ada risiko karena kita memiliki kekebalan yang lebih rendah terhadap organisme ini, sehingga dapat menyebabkan lonjakan kasus,” kata Sood.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, data terbaru menunjukkan bahwa peningkatan kasus Covid secara keseluruhan belum signifikan. Para ahli juga menyebut belum ada indikasi kuat bahwa varian ini akan memicu gelombang besar dalam waktu dekat.

Namun, mereka tetap menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama karena pola penyebaran Covid masih belum sepenuhnya dapat diprediksi. “Kasus Covid secara keseluruhan tidak terlihat meningkat secara dramatis,” kata Sood, seraya menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk memastikan dampak varian baru tersebut.

Halaman Selanjutnya

Dengan gejala yang semakin sulit dibedakan dan potensi perubahan karakter virus, tes tetap menjadi cara paling akurat untuk memastikan infeksi. Para ahli juga menyarankan masyarakat untuk memperhatikan tren kasus di wilayah masing-masing sebagai indikator risiko.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |