VIVA – Konflik panas terjadi di internal FC Barcelona. Legenda klub sekaligus mantan pelatih, Xavi Hernandez, terlibat perang kata-kata dengan Presiden klub Joan Laporta terkait kegagalan kembalinya Lionel Messi ke Camp Nou.
Dalam wawancara panjang dengan media Spanyol La Vanguardia, Xavi membuat pengakuan mengejutkan. Ia menuding Laporta sengaja menggagalkan rencana kepulangan Messi pada 2023.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Xavi mengungkapkan dirinya sempat berkomunikasi langsung dengan Messi setelah sang pemain membawa Argentina national football team menjuarai FIFA World Cup 2022.
Menurutnya, Messi sangat antusias untuk kembali membela Barcelona. “Presiden berbohong soal apa yang terjadi dengan Messi. Leo sebenarnya sudah setuju untuk kembali,” kata Xavi.
Ia mengaku mulai berbicara dengan Messi sejak Januari 2023 hingga Maret. Bahkan, Xavi mengeklaim rencana kepulangan itu sudah mendapat lampu hijau dari LaLiga.
Namun semuanya berubah setelah Laporta mengambil keputusan berbeda. “Laporta mengatakan jika Messi kembali, akan ada perang kekuasaan di klub. Dia tidak mengizinkan itu terjadi,” ujar Xavi.
Xavi menyebut kepulangan Messi saat itu disiapkan sebagai momen perpisahan terakhir di Barcelona, mirip konsep “last dance” seperti yang pernah dialami legenda NBA Michael Jordan.
Namun rencana tersebut akhirnya batal total. Xavi bahkan mengaku hubungannya dengan Messi sempat merenggang karena situasi yang membingungkan.
“Semuanya sudah siap. Tapi Messi tidak kembali karena Laporta tidak menginginkannya,” katanya.
Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Laporta. Ia menilai Xavi kecewa karena penerusnya di Barcelona, Hansi Flick, mampu meraih hasil lebih baik.
“Menjadi presiden Barcelona itu sulit dan harus membuat keputusan besar. Dengan Xavi saya merasa kami akan kalah, dan dengan Flick kami akan menang,” kata Laporta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, pada 2023 pihak klub memang sempat mengirimkan kontrak kepada ayah Messi, Jorge Messi. Namun keluarga Messi akhirnya menolak kembali ke Barcelona karena tekanan yang terlalu besar. Messi kemudian memilih melanjutkan karier di Inter Miami CF.
Tak berhenti di situ, Xavi juga menuding Laporta dipengaruhi oleh sosok di balik layar klub, Alejandro Echevarria. Menurut Xavi, Echevarria memiliki pengaruh besar dalam keputusan-keputusan penting Barcelona.
Halaman Selanjutnya
Namun Laporta membalas tudingan itu dengan menyebut Xavi dimanfaatkan oleh rival politiknya, Victor Font, menjelang pemilihan presiden klub.

5 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

