10 Film Pendek Kreator Indonesia Naik Layar Lebar, AI Jadi Bagian dari Proses Kreatif

1 week ago 15

Selasa, 15 September 2026 - 17:24 WIB

VIVA – Teknologi kecerdasan buatan (AI) perlahan mulai mengubah cara cerita dibuat. Jika sebelumnya proses produksi film identik dengan perangkat dan tim besar, kini teknologi membuka ruang bagi lebih banyak kreator untuk bereksperimen dengan ide, visual, hingga cara bercerita.

Fenomena tersebut terlihat dalam gelaran AI Content Fest 2026, festival film pendek berbasis AI yang mempertemukan karya kreator dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 10 film pendek terpilih mendapat kesempatan ditayangkan di layar lebar CGV Grand Indonesia, ScreenX, Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Festival ini mengusung tema “Small Stories. Big Screen. One Nation”. Cerita yang diangkat para kreator pun cukup beragam, mulai dari identitas dan budaya Indonesia, kehidupan sehari-hari, hingga pengalaman serta harapan terhadap masa depan bangsa.

Menariknya, karya-karya tersebut tidak hanya dipertontonkan kepada publik. Para pembuatnya juga mendapat kesempatan menerima penilaian dan masukan langsung dari sejumlah nama di industri film dan kreatif, yakni Angga Dwimas Sasongko, Mouly Surya, Upie Guava, Dinda Prasetyo, dan Gustav Anandhita.

Kehadiran para profesional tersebut membuat festival ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Para kreator juga bisa melihat bagaimana ide yang mereka kembangkan diterjemahkan ketika berhadapan dengan perspektif praktisi industri.

“Indonesia punya begitu banyak cerita dan talenta kreatif yang layak mendapatkan panggung lebih besar. Melalui AI Content Fest 2026, kami ingin membantu kreator membawa perspektif mereka ke layar lebar dan membuka lebih banyak kesempatan agar karya lokal dapat dikenal dan diapresiasi lebih luas,” jelas Jessica Wowor, Head of Content Operations, CapCut Indonesia, dalam keterangannya, dikutip Selasa 15 September 2026. 

Ketika AI Bertemu dengan Sentuhan Manusia

Perkembangan teknologi AI dalam dunia kreatif sekaligus memunculkan pertanyaan mengenai posisi manusia dalam proses pembuatan karya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di tengah semakin banyaknya teknologi yang mampu menghasilkan gambar, suara, maupun visual secara otomatis, para pelaku industri yang hadir dalam acara tersebut justru menekankan bahwa teknologi seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas manusia.

Aktor sekaligus sineas Lukman Sardi menilai teknologi dapat memberikan ruang eksplorasi lebih luas dalam proses persiapan seorang aktor.

Halaman Selanjutnya

“Teknologi bisa membantu aktor mendapatkan lebih banyak referensi, memahami latar belakang karakter, hingga mengeksplorasi berbagai pendekatan sebelum masuk ke dalam sebuah adegan. Dengan proses persiapan yang lebih efisien, aktor punya lebih banyak ruang untuk fokus pada bagaimana karakter tersebut diinterpretasikan dan dihidupkan,” terang Lukman.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |