VIVA – Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan perdebatan mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR).
Memasuki edisi ketiga sejak teknologi tersebut diterapkan di turnamen sepak bola terbesar dunia, sejumlah keputusan wasit yang melibatkan VAR kembali memancing kontroversi, mulai dari gol yang dianulir, penalti yang tidak diberikan, hingga kartu merah yang diperdebatkan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada Piala Dunia 2026, FIFA juga memberikan kewenangan lebih besar kepada VAR, termasuk membantu wasit dalam kasus kesalahan identifikasi pemain untuk kartu kuning. Meski bertujuan meningkatkan akurasi keputusan, sejumlah insiden justru memicu protes dari tim maupun suporter.
Berikut 10 keputusan VAR paling kontroversial di Piala Dunia 2026.
10. Gol Mesir ke Gawang Argentina Dianulir
Pemain MEsir, Mostafa Zico usai membobol gawang Argentina di Piala Dunia 2026
Mesir sempat unggul 2-0 atas Argentina pada menit ke-53 melalui Mostafa Zico setelah memanfaatkan serangan balik cepat. Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah pemeriksaan VAR menunjukkan Marwan Attia lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martinez.
Merespons keputusan tersebut, kubu Mesir menilai peninjauan dilakukan terhadap insiden yang terlalu jauh dari terciptanya gol. Mereka bahkan mengajukan protes resmi kepada FIFA setelah pertandingan.
9. Ghana Gagal Mendapat Penalti saat Melawan Inggris
Dalam laga fase grup melawan Inggris, Ghana menilai seharusnya mendapat hadiah penalti setelah Ezri Konsa menjatuhkan Prince Adu di dalam kotak terlarang.
Namun wasit dan VAR tidak menganggap insiden tersebut sebagai pelanggaran. Sontak keputusan itu menjadi salah satu yang paling diperdebatkan sepanjang turnamen.
8. Gol Vinicius Junior ke Gawang Skotlandia Dianulir
Vinicius Junior di Timnas Brasil
Photo :
- IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro
Brasil sempat menggandakan keunggulan ke gawang Skotlandia melalui Vinicius Junior. Namun, gol tersebut dianulir oleh VAR.
Hasil tinjauan menyatakan Vinicius lebih dahulu melakukan pelanggaran terhadap Jack Hendry saat merebut bola. Meski Brasil tetap memenangkan pertandingan, keputusan itu memicu perdebatan karena kontak dinilai sangat tipis.
7. Gol Kolombia Dianulir karena Offside Tipis
Kolombia kehilangan gol saat menghadapi Portugal setelah Davinson Sanchez dinyatakan offside hanya beberapa milimeter berdasarkan tayangan VAR.
Keputusan tersebut memicu kritik, termasuk dari Wayne Rooney yang saat itu bertugas sebagai komentator dan menilai gol tersebut seharusnya tetap sah.
6. Gol Jerman ke Gawang Ekuador Tetap Disahkan
Jerman mencetak gol ketika Pedro Vite masih tergeletak di lapangan setelah terkena tendangan sepatu Aleksandar Pavlovic dalam perebutan bola.
VAR membiarkan gol tetap sah tanpa peninjauan lebih lanjut, meski banyak pihak menilai insiden tersebut layak diperiksa ulang karena melibatkan benturan terhadap pemain lawan.
5. Gol Jerman ke Gawang Paraguay Dianulir
Saat menghadapi Paraguay di babak 32 besar, Jerman kehilangan gol setelah VAR menilai Waldemar Anton melakukan pelanggaran terhadap kiper Orlando Gill ketika situasi sepak pojok.
Keputusan itu memicu kontroversi karena banyak yang menilai kontak yang terjadi terlalu ringan untuk dianggap sebagai pelanggaran.
4. Gol Kroasia ke Gawang Portugal Dianulir
Kroasia sempat mencetak gol penyama kedudukan pada masa tambahan waktu melalui Josko Gvardiol.
Namun VAR menganulir gol tersebut karena Igor Matanovic dinilai menyentuh bola sebelum Mario Pasalic yang berada dalam posisi offside mengirim assist. Meski bola sempat mengenai pemain Portugal, wasit menilai sentuhan bek lawan tidak disengaja sehingga offside tetap berlaku.
3. Mbappe Tidak Mendapat Penalti saat Melawan Senegal
Pemain Timnas Prancis, Kylian Mbappe
Photo :
- REUTERS/Jeenah Moon
Prancis meminta penalti setelah Kylian Mbappe dijatuhkan Sadio Mane di kotak penalti.
VAR meminta wasit meninjau ulang insiden tersebut. Namun setelah melihat tayangan ulang, wasit tetap memutuskan tidak memberikan penalti dan bahkan mengubah keputusan tendangan sudut menjadi tendangan gawang karena menganggap Mbappe lebih dulu memulai kontak.
2. Balogun Diusir saat AS Melawan Bosnia dan Herzegovina
Penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun
Photo :
- JAMIE SQUIRE/GETTY IMAGES VIA AFP
Folarin Balogun mendapat kartu merah setelah VAR menilai sepatunya mengenai betis Tarik Muharemovic.
Keputusan itu menuai perdebatan karena banyak yang menilai tidak ada unsur kesengajaan. Bahkan hukuman larangan bermain Balogun akhirnya dibatalkan, sang pemain kembali diberi izin saat AS menghadapi Belgia.
1. Messi Lolos dari Kartu Merah saat Melawan Aljazair
Lionel Messi di Timnas Argentina
Photo :
- REUTERS/Kai Pfaffenbach
Kontroversi terbesar melibatkan Lionel Messi ketika Argentina menghadapi Aljazair.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Messi mengenai betis Aissa Mandi saat melakukan pelanggaran pada babak pertama. Sejumlah pihak menilai insiden tersebut memenuhi unsur kartu merah karena kontak dengan telapak kaki.
Namun VAR tidak merekomendasikan peninjauan ulang kepada wasit. Pertandingan pun berlanjut dengan Messi hanya terhindar dari hukuman lebih berat, sebelum akhirnya mencetak hattrick dalam kemenangan Argentina.
Inggris Vs Argentina Bertemu di Semifinal Piala Dunia 2026, Begini Hasil Duel Terakhir 20 Tahun Silam
Jelang semifinal Piala Dunia, simak kisah pertemuan terakhir Inggris vs Argentina pada laga uji coba 2005 yang berakhir dramatis berkat dua gol Michael Owen.
VIVA.co.id
13 Juli 2026

1 day ago
2











