Jakarta, VIVA – Kawasan Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, bakal menjadi lokasi pembangunan rumah susun (rusun) bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Totalnya tidak sedikit, yakni mencapai 141 ribu unit.
Rencana tersebut disiapkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara). Rusun subsidi itu nantinya akan dibangun di tiga titik berbeda di kawasan Meikarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan, ratusan ribu hunian tersebut akan ditawarkan dalam dua tipe unit. Gambaran kedua tipe rusun itu juga dipamerkan dalam acara Danantara Housing Expo 2026 yang berlangsung hingga Minggu, 30 Agustus 2026 di NICE PIK, Banten.
Dari dua tipe yang ditawarkan, calon penghuni nantinya bisa memilih unit studio maupun hunian dengan dua kamar tidur.
Ada Studio hingga Unit 2 Kamar
Tipe pertama merupakan unit studio dengan luas bangunan 21,15 meter persegi. Unit tersebut terdiri dari satu ruang tidur dan satu kamar mandi.
Sementara itu, tipe kedua memiliki ukuran yang lebih luas, yakni 37,05 meter persegi. Unit ini dirancang dengan dua kamar tidur, ruang keluarga, serta satu kamar mandi.
Dengan dua pilihan tersebut, rusun yang disiapkan Danantara memiliki opsi hunian yang berbeda sesuai kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dony menjelaskan, pembangunan rusun tersebut masih menunggu tahapan berikutnya terkait pengelolaan lahan. Saat ini, lahan yang akan digunakan sudah berada di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah menerima hibah.
Tahap selanjutnya adalah Kemenkeu melakukan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada Danantara. Setelah proses tersebut dilakukan, lahan diharapkan dapat segera digarap untuk pembangunan rusun.
"Statusnya saat ini ada di Kementerian Keuangan, sudah diterima hibahnya. Tinggal nanti tahapan berikutnya adalah dari Kementerian Keuangan penyertaan modal negara ke Danantara," ujar Dony.
Bukan Cuma Soal Harga, Lokasi Jadi Andalan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan lokasi pembangunan rusun subsidi tersebut memiliki aksesibilitas yang strategis.
Menteri yang akrab disapa Ara itu menjelaskan, lahan yang digunakan untuk proyek rusun MBR merupakan lahan hasil hibah. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki jarak yang relatif dekat dengan sejumlah fasilitas publik dan kawasan industri.
Halaman Selanjutnya
Ara menyebut akses menuju berbagai fasilitas penting dari lokasi rusun dapat ditempuh dalam waktu sekitar 10 menit.

3 weeks ago
16





















