16 Mahasiswa IPB Diskors Selama Satu Semester Imbas Kasus Pelecehan Seksual di Grup Chat

4 days ago 4

Senin, 20 April 2026 - 19:12 WIB

Bogor, VIVA – Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) menjatuhkan sanksi tegas terhadap sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) yang terlibat dalam kasus dugaan pelecehan seksual melalui percakapan grup privat. 

Sebanyak 16 mahasiswa resmi dikenai hukuman skorsing selama satu semester setelah terbukti melanggar tata tertib kampus dan norma etik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, menegaskan bahwa institusi pendidikan tersebut tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk kekerasan seksual. Dalam pernyataan resminya, ia menyampaikan komitmen kampus untuk memastikan lingkungan akademik tetap aman dan bermartabat.

"Kami berdiri bersama korban, melindungi, memulihkan, dan memastikan hak-haknya terpenuhi tanpa kompromi. Kampus harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh sivitas akademika," katanya, dikutip Senin 20 April 2026.

Lebih lanjut, pihak rektorat juga menekankan pentingnya transparansi dalam penanganan kasus. Proses penyelesaian perkara ini turut melibatkan unsur mahasiswa melalui komunikasi dengan organisasi dan perwakilan mahasiswa, guna menjaga keterbukaan, keadilan, serta kepercayaan publik terhadap institusi.

Kasus ini sendiri berawal dari percakapan tidak pantas yang terjadi dalam sebuah grup chat privat pada tahun 2024. Dalam percakapan tersebut, sejumlah mahasiswa diduga melontarkan komentar yang mengarah pada pelecehan terhadap seorang mahasiswi. 

Meski sempat dilakukan upaya mediasi oleh pihak senior atau kakak tingkat, korban merasa keadilan belum sepenuhnya terpenuhi.

Perkara tersebut akhirnya dilaporkan secara resmi ke pihak fakultas pada pertengahan April 2026. Dekan Fakultas Teknik dan Teknologi IPB, Slamet Budijanto, menjelaskan bahwa laporan diterima pada 14 April 2026 dan langsung ditindaklanjuti dengan serangkaian proses pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berdasarkan hasil pemeriksaan tim, terdapat 16 mahasiswa yang teridentifikasi terlibat dalam pelanggaran tata tertib kehidupan kampus dan tindakan pelecehan seksual terhadap mahasiswi. Peristiwa ini terjadi pada tahun 2024 dan secara resmi baru dilaporkan kepada institusi pada 14 April 2026," ungkap Slamet.

Sehari setelah laporan diterima, tim dari FTT bersama Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus melakukan pemanggilan terhadap pelapor untuk pendalaman awal. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan pemanggilan pihak-pihak terkait pada 16 April guna mengumpulkan bukti serta menyusun kronologi kejadian secara komprehensif.

Halaman Selanjutnya

"Berdasarkan proses pemeriksaan dan bukti-bukti yang ada, FTT kemudian menjatuhkan sanksi berupa skorsing selama satu semester kepada 16 mahasiswa yang terbukti terlibat dijatuhkan pada 17 April 2026," katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |