3 ASN Kementan yang Tewas Dituduh Intel, Begini Respons Mendagri

1 week ago 3

Selasa, 15 September 2026 - 16:17 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membantah tuduhan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menyebut 3 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementan yang tewas beberapa waktu lalu berasal dari satuan intelijen atau intel

Tito menegaskan bahwa KKB selalu menyebarkan informasi yang menakut-nakuti masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nggak lah. Biasanya begitu, yang disampaikan oleh para KKB, pelaku kekerasan selalu alasannya intel, begitu. Padahal dia berusaha untuk ganggu aja. Membuat masyarakat menjadi takut," ujar Tito kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 15 September 2026.

Di sisi lain, Tito mengatakan bahwa seluruh aparat penegak hukum, TNI-Polri hingga BIN bisa menjaga situasi lebih kondusif dengan memantau seluruh pergerakan KKB. Tujuannya, untuk membuat masyarakat lebih aman dari ancaman serangan atau gangguan KKB.

"Kemudian bisa memantau pergerakan dari kelompok-kelompok itu dan bisa menetralisir kelompok itu. Supaya ada keberanian dari masyarakat untuk beraktivitas. Kalau seandainya tidak ada serangan-serangan, kan pasti mereka akan lebih tenang," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meluruskan isu terkait tiga warga yang tewas ditembak di Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Maruli memastikan ketiga korban bukan anggota TNI maupun intelijen tentara. Mereka merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang tengah menjalankan tugas di lapangan.

Penegasan itu disampaikan Maruli menyusul adanya narasi yang menyebut korban merupakan intel TNI. Menurutnya, isu semacam itu kerap muncul setelah warga sipil menjadi korban serangan kelompok bersenjata.

“Itu memang pekerja, orang dari NTT, orang masih muda ingin membantu di daerah (Papua),” kata Maruli, dikutip Sabtu, 12 September 2026.

Maruli bahkan meminta publik mengecek sendiri latar belakang ketiga korban. Dia menegaskan para korban sehari-hari bekerja di sektor pertanian, bukan menjalankan tugas intelijen.

“Sekarang nyerang (korban) yang sipil di situ, semua dianggap intel. Itu berulang-ulang bicaranya seperti itu,” kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Maruli, salah satu korban bahkan masih sangat muda dan baru memulai pekerjaannya ketika nyawanya direnggut dalam penembakan tersebut.

“Silakan dicek saja secara umum. Apakah betul orang-orang itu intel-intel kami. Kan (mereka) pekerja-pekerja pertanian itu. Ada umur masih 24 tahun baru mulai kerja di sana,” kata dia.

Tangani Karhutla, Mendagri Dorong Daerah Gerak Cepat dan Cegah Pembakaran Baru

Tangani Karhutla, Mendagri Dorong Daerah Gerak Cepat dan Cegah Pembakaran Baru

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah (Pemda) bergerak cepat dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

img_title

VIVA.co.id

15 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |