4 Doa untuk Rebo Wekasan Lengkap, Latin, dan Arti! Ketahui Waktu yang Tepat untuk Membacanya

3 hours ago 4

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:52 WIB

VIVA – Rebo Wekasan atau Rabu Wekasan merupakan sebutan untuk Rabu terakhir dalam bulan Safar pada kalender Hijriah. Tradisi ini telah lama dikenal di sejumlah daerah di Indonesia dan biasanya diisi dengan berbagai amalan, seperti berdoa, berdzikir, bersedekah, hingga memperbanyak ibadah. 

Dalam tradisi masyarakat, Rebo Wekasan kerap dikaitkan dengan anggapan sebagai waktu turunnya bala, musibah, atau berbagai keburukan. Keyakinan tersebut perlu ditempatkan secara hati-hati. Dalam ajaran Islam, tidak terdapat dasar yang secara tegas menetapkan suatu hari sebagai hari sial yang pasti mendatangkan musibah. Bahkan, anggapan bahwa waktu tertentu secara mutlak membawa kesialan berkaitan dengan konsep thiyarah yang dilarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejumlah ulama, khususnya dalam tradisi tasawuf, memang menukil anjuran untuk memperbanyak doa pada Rabu terakhir bulan Safar. Namun, amalan tersebut lebih tepat dipahami sebagai ikhtiar untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah, bukan karena menganggap bulan Safar atau Rebo Wekasan sebagai sumber kesialan.

Sejumlah kitab klasik seperti Kanzun Najah wa as-Surur dan Mujarobat ad-Dairabi memuat doa-doa yang diamalkan dalam konteks tersebut. 

Lantas, kapan waktu yang tepat membaca doa Rebo Wekasan? 

Doa-doa tersebut dapat diamalkan pada Rabu terakhir bulan Safar, baik pada siang maupun malam hari, sebagai bagian dari doa dan ibadah kepada Allah. Tidak perlu meyakini bahwa terdapat kekuatan khusus pada hari tersebut yang dapat mendatangkan malapetaka.

Berikut empat doa yang dinukil dari keterangan para ulama dan dapat dijadikan bacaan untuk memohon perlindungan, seperti dilansir dari laman MUI.

1. Doa Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki

Salah satu doa yang paling sering dikaitkan dengan Rebo Wekasan berasal dari Syekh Abdul Hamid Quddus al-Makki asy-Syafi'i, yang wafat pada 1335 H. Dalam Kanzun Najah wa as-Surur, ia menganjurkan doa pada awal Safar dan Rabu terakhir bulan tersebut sebagai ikhtiar memohon keselamatan dari berbagai marabahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menuliskan:

"Barang siapa menghendaki keselamatan dan perlindungan dari hal ini, hendaknya ia berdoa pada hari pertama bulan Safar, demikian pula pada hari Rabu terakhir bulan Safar, dengan doa ini (doa yang akan disebutkan). Barang siapa membacanya, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menolak darinya keburukan bala tersebut.” (Kanzun Najah wa as-Surur [Beirut: Dar al-Hawi], h. 91)

Halaman Selanjutnya

Lafaz doa tersebut:

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |