Jakarta, VIVA – Siswa Sekolah Rakyat berhasil menembus seleksi calon pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) tingkat nasional yang akan bertugas dalam upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026.
Kabar loloskan siswa Sekolah Rakyat itu mendapatkan respons positif dari Mensesneg, Prasetyo Hadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Prasetyo bahkan mengaku belum mengetahui secara detail bahwa salah satu calon Paskibraka nasional tahun ini berasal dari Sekolah Rakyat.
Bahkan, kata Prasetyo, Presiden RI Prabowo Subianto juga kemungkinan belum mengetahui informasi tersebut lantaran pemerintah belum melaporkannya secara khusus kepada Kepala Negara.
“Pertama, sepertinya beliau (Prabowo) belum tahu. Belum tahu, karena memang kita juga belum secara detail melaporkan gitu ya. Yang kedua memang juga kami sendiri sebagai penanggung jawab juga surprise,” kata Prasetyo kepada wartawan di Halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu, 12 Agustus 2026.
Menurut Prasetyo, proses seleksi Paskibraka dilakukan secara berjenjang dari 38 provinsi. Pemerintah pusat tidak mengikuti seluruh proses seleksi secara langsung sehingga kabar terpilihnya siswa Sekolah Rakyat menjadi kejutan tersendiri.
“Artinya sejak awal kita juga tidak kemudian mengikuti semua proses seleksinya karena itu kan dari 38 provinsi, semua berjalan sebagaimana yang seharusnya,” ujarnya.
Prasetyo pun mengaku bangga sekaligus terharu saat mengetahui salah satu calon Paskibraka terpilih berasal dari Sekolah Rakyat.
Menurut dia, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan yang setara dapat membuka jalan bagi siapa pun untuk berprestasi.
“Dan ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kita terus terang juga ikut bangga, ikut terharu bahwa ya itulah membuktikan bahwa siapa pun kita ini sebagai sesama anak bangsa manakala diberi kesempatan atau ada kesempatan,” ungkap Prasetyo.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan latar belakang sosial maupun ekonomi seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan kesempatan berprestasi. Seleksi Paskibraka, kata dia, menunjukkan bahwa kompetensi dan kerja keras menjadi faktor utama.
“Ada peluang atau ada sesuatu yang memungkinkan untuk ikut berpartisipasi, sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kita ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu. Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Prasetyo juga mengingatkan bahwa menjadi Paskibraka tingkat nasional bukan perkara mudah. Para peserta harus menjalani latihan fisik secara intensif sekaligus mempersiapkan mental karena mereka akan menjadi bagian dari prosesi kenegaraan yang disaksikan masyarakat Indonesia.

3 hours ago
2



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295770/original/019030800_1783944385-20260713_094007.jpg)