Persib Bandung Disanksi FIFA, Robert Rene Alberts Ungkap Fakta Mengejutkan

3 hours ago 2

Rabu, 12 Agustus 2026 - 14:39 WIB

VIVA – Mantan pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, buka suara mengenai polemik yang membuat Pangeran Biru sempat dijatuhi sanksi FIFA Registration Ban.

Sanksi tersebut berkaitan dengan persoalan pembayaran dalam kontrak Robert bersama Persib. Namun, kabar baik akhirnya datang untuk Maung Bandung setelah FIFA resmi mencabut sanksi tersebut secara permanen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pencabutan itu tertuang dalam surat FIFA bernomor Ref. No. FDD-28859 tertanggal 11 Agustus 2026. Di tengah berakhirnya polemik tersebut, Robert memilih angkat bicara. Pelatih asal Belanda itu merasa perlu menjelaskan duduk perkara setelah dirinya dan keluarga mendapat komentar negatif dari sejumlah pihak.

"Saya melihat dan mendengar komentar dari orang yang jelas tidak mengenal cerita ini, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya dan diri saya," ujar Robert melalui unggahan di Instagram pribadinya.

"Jadi itulah kenapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi," lanjutnya.

Robert kemudian membeberkan awal mula persoalan yang berujung ke FIFA. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah dipecat Persib, melainkan memilih mengundurkan diri dari posisi pelatih kepala.

Robert menyebut kontraknya bersama Persib sebenarnya masih berlaku hingga Mei 2025. Saat itu, ia mengaku masih memiliki hubungan baik dengan manajemen klub.

"Saya menandatangani perjanjian dengan Persib, dan kontrak saya bertahan sampai Mei 2025. Ini penting untuk diperhatikan, saya tidak pernah dipecat, tetapi saya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala," kata Robert.

"Hal ini juga berdasarkan hubungan yang baik dengan pengurus. Pengurus selalu transparan terhadap saya, dan kami mencoba untuk menyelesaikan masalah pembayaran. Saya menunggu dengan bersabar sembari mengikuti perkembangannya," sambungnya.

Masalah mulai memanas setelah terjadi pergantian kepengurusan di Persib. Robert mengaku sempat bertemu dengan manajemen baru untuk membicarakan persoalan pembayaran.

"Kepengurusan Persib berubah, dan dengan kepengurusan baru, saya mencoba untuk membincangkan pembayaran secara kekeluargaan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami bernegosiasi mengenai pengaturan pembayaran selama kontrak saya. Saya bertemu dengan Aditya dari kepengurusan baru secara langsung dan kami mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama," lanjut Robert.

Robert bahkan mengklaim telah memberikan keringanan kepada Persib. Ia bersedia menerima pembayaran lebih rendah dari nilai kontrak awal karena memahami kondisi klub.

Halaman Selanjutnya

"Kami membuat perjanjian terkait penyelesaian pembayaran. Sebenarnya, saya setuju untuk menurunkan jumlah yang asli dan bersedia berkompromi menerima pembayaran kurang dari nilai kontrak awal karena saya memahami situasi klub dan mencoba membantu Persib," tutur Robert.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |