VIVA – Akses internet kini semakin melekat dalam kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat di wilayah perkotaan, koneksi internet cepat mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas, mulai dari belajar, bekerja, berkomunikasi hingga mendapatkan hiburan. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam pemerataan akses telekomunikasi dan internet, terutama di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Kehadiran infrastruktur digital di kawasan tersebut menjadi penting karena internet tidak hanya berkaitan dengan hiburan, tetapi juga berhubungan langsung dengan pendidikan, kesehatan, pelayanan publik dan aktivitas ekonomi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketika sebuah daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan konektivitas mulai mendapatkan akses internet, perubahan dalam kehidupan masyarakat pun dapat terjadi. Internet membuka kesempatan bagi anak-anak untuk memperoleh sumber belajar yang sebelumnya sulit dijangkau. Mereka dapat mencari informasi, mengikuti pembelajaran daring, mengenal berbagai pengetahuan baru hingga berkomunikasi dengan dunia luar.
Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan. Anak-anak yang baru mengenal internet perlu mendapatkan pendampingan agar tidak menganggap koneksi digital hanya sebagai sarana bermain atau mengakses hiburan tanpa batas.
Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Flores Timur, Silvester Suban Toa Kabelen, menggambarkan betapa pentingnya internet dalam kehidupan masyarakat saat ini.
"Dampak sosialnya memang tinggi di era digitalisasi ini. Kita kehilangan sinyal 10 menit saja panik, hampir semua kebutuhan pemerintahan, ekonomi, butuh akses internet. UMKM bergeliat, penjualan online, promo wisata, pendidikan, hingga kesehatan," jelas Silvester Suban Toa Kabelen, Kepala Dinas Kominfo Kab. Flores Timur.
Karena itu, tantangan setelah akses internet tersedia bukan sekadar memastikan masyarakat dapat terhubung, melainkan memastikan konektivitas tersebut digunakan secara sehat dan produktif, terutama oleh anak-anak.
Berikut lima cara yang dapat dilakukan orang tua, guru, maupun lingkungan sekitar untuk mengedukasi anak agar lebih bijak menggunakan internet.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Kenalkan Internet sebagai Sarana Belajar, Bukan Hanya Hiburan
Ketika anak mulai mendapatkan akses internet, hal pertama yang perlu dikenalkan adalah berbagai manfaat positif dari teknologi tersebut. Anak dapat diarahkan untuk menggunakan internet sebagai sumber pengetahuan, bukan semata-mata untuk bermain gim atau menonton video.
Halaman Selanjutnya
Orang tua dan guru dapat mengenalkan kanal edukasi, perpustakaan digital, video pembelajaran, situs pengetahuan anak, hingga aplikasi yang mendukung kemampuan membaca dan berhitung.

3 hours ago
3



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9295770/original/019030800_1783944385-20260713_094007.jpg)