4 Gejala Atrial Fibrilasi yang Sering Terabaikan, Jadi Penyebab Stroke hingga Gagal Jantung

3 hours ago 1

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:30 WIB

Jakarta, VIVA – Gangguan irama jantung atau atrial fibrilasi (AFib) menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Kondisi ini sering tidak disadari karena gejalanya kerap dianggap sepele atau hanya kelelahan biasa. Padahal, jika tidak ditangani dengan baik, AFib dapat meningkatkan risiko komplikasi serius seperti stroke hingga gagal jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah subspesialis aritmia, Dony Yugo Hermanto, menjelaskan bahwa atrial fibrilasi terjadi akibat gangguan sistem kelistrikan pada serambi jantung. Akibatnya, irama detak jantung menjadi tidak teratur dan kemampuan jantung memompa darah ikut terganggu. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Orangnya akan merasa berdebar-debar, tidak nyaman seperti lari terus-menerus, dan pasti akan merasa lelah. Ada 'korslet' di serambinya yang menyebabkan listrik jantung terganggu,” ujar dr. Dony Yugo Hermanto, Sp.J.P Subsp.Ar (K), FIHA, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Aritmia Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta, dalam diskusi media di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.

AFib dikenal sebagai “silent killer” karena gejalanya bisa muncul dan menghilang sehingga sering luput dari perhatian. 

Berikut empat gejala atrial fibrilasi yang paling sering diabaikan masyarakat.

1. Jantung Berdebar Tidak Normal

Salah satu tanda paling umum adalah jantung berdebar atau detak jantung terasa sangat cepat meski tubuh sedang tidak melakukan aktivitas berat. Pada kondisi tertentu, denyut nadi bisa melebihi 100 denyut per menit saat sedang beristirahat.

Sebagian orang menganggap kondisi ini hanya akibat stres, kurang tidur, atau terlalu banyak konsumsi kafein. Padahal, jika terjadi berulang, kondisi tersebut perlu diperiksakan lebih lanjut.

2. Rasa Tidak Nyaman di Area Dada

Gejala berikutnya adalah sensasi tidak nyaman di dada, seperti terasa tertekan, berat, atau sesak ringan. Keluhan ini kadang muncul singkat lalu menghilang sehingga penderita sering menundanya untuk memeriksakan diri.
Rasa tidak nyaman di dada bisa menjadi tanda bahwa kerja jantung mulai terganggu akibat irama detak yang tidak stabil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

3. Mudah Lelah Meski Aktivitas Ringan

Penderita AFib juga sering mengalami kelelahan berlebihan walaupun hanya melakukan aktivitas sederhana. Tubuh terasa cepat lemas karena aliran darah dan oksigen tidak terpompa optimal ke seluruh tubuh.

Halaman Selanjutnya

Kondisi ini banyak disalahartikan sebagai efek usia, kurang istirahat, atau kelelahan biasa. Padahal, kelelahan yang berlangsung terus-menerus dapat menjadi sinyal adanya gangguan jantung.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |